Curug Gondoriyo, Wisata Alam Asri yang Buka hingga Malam Hari

Curug Gondoriyo
BERPOSE: Seorang pengunjung menikmati suasana malam di jembatan dekat Curug Gondoriyo. (AJI YOGA / JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Sejuk dan asri, ditambah suara gemericik air bisa dirasakan saat berkunjung ke Curug Gondoriyo, Kelurahan Wates, Ngaliyan, Kota Semarang. Curug ini menjadi salah satu destinasi wisata alam favorit di Kota Semarang.

Pemandangan di sekitar curug masih asri dan hijau. Bahkan di malam haripun, suasana curug tidak kalah istimewa. Dipadukan dengan instalasi 16 buah lampu-lampu di bagian bawah air terjun membuat wisata alam ini semakin cantik dan menarik.

Lampu yang menghiasi Curug Gondoriyo ini menjadi nilai tawar tersendiri untuk wisatawan. Kelap-kelip warna biru ke hijau-hijauan dari efek lampunya menghiasi derasnya debit air dari curug ini.

Tidak seperti wisata curug lain yang biasa buka dari pagi sampai sore. Jam operasional Curug Gondoriyo justru buka sampai malam. Dengan jam buka mulai pukul 09.00– 17.00 dan 19.00– 23.00.

Curug Gondoriyo Kelurahan Wates, Ngaliyan
LOKASI: Curug Gondoriyo Kelurahan Wates, Ngaliyan, sore hari Kamis (18/11). (AJI YOGA / JOGLO JATENG)

Pengelola Curug Gondoriyo, Suryanto mengatakan, spot wisata ini memang sengaja buka sampai malam. Karena air terjunnya didesain dengan cahaya lampu warna-warni, sehingga menyajikan nuansa yang begitu eksotis di kegelapan malam.

“Biaya masuknya hanya sebesar Rp 5 ribu dan ongkos parkir sebesar Rp 2 ribu saja,” katanya saat di temui di Destinasi Wisata Curug Gondoriyo, Kamis (18/11).

Ia menambahkan, wisata Curug Gondoriyo ini terbilang baru. Diresmikan sekitar dua tahun lalu, yakni bulan Februari 2019 dan dikelola secara mandiri oleh masyarakat sekitar. Memiliki ketinggian sekitar 15 meter, sumber air curug ini berasal dari Sungai Bukit Semarang Baru (BSB) dan menyambung ke Sungai Beringin. Curug ini memiliki aliran air yang cukup deras dan kedalamnya mencapai dua meter lebih.

“Wisatawan yang datang selalu kami beri pesan agar hati-hati. Apalagi saat musim hujan dan tidak memiliki keahlian berenang, tentu kami larang berenang di curug,” ungkapnya.

Meskipun terbilang baru, warga sekitar mengelolanya dengan cukup kreatif. Tidak hanya menyuguhkan keindahan alamnya saja, melainkan wisata ini menggunakan konsep wisata alam yang dipadukan dengan wisata buatan ala instagramable. Sehingga cocok dikunjungi oleh wisatawan pemburu hunting foto.

Selain 16 lampu yang membuat air terjun dapat memancarkan cahaya warna-warni, warga sekitar juga menambahkan jembatan yang bernama jembatan mak comblang. Di atas jembatan atas dipasangi payung warna-warni dan lampu taman yang akan menyala di malam hari.

Di tempat tersebut, pengunjung dapat menghabiskan waktunya untuk berselfie bersama sahabat, pacar maupun keluarga. Pengelola juga sudah menyiapkan tempat duduk di beberapa tempat untuk antisipasi jika ada pengunjung yang lelah setelah melalui anak tangga sejauh 200 meter.

“Beberapa tempat duduk juga disedikana, untuk pengunjung yang lelah atau sekedar duduk-duduk santai di sekitar curug,” tutur Suryanto.

Perpaduan wisata alam dan spot foto yang ada, membuat destinasi wisata alam ini memiliki konsep kekinian. Bukan hanya menyajikan panorama curug yang masih alami saja, tetapi juga suasana yang begitu eksotis di malam hari. (aji/gih)