SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang memastikan pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun pada pekan depan. Meskipun sudah mendapatkan surat edaran dari Menteri Kesehatan, dinkes perlu melakukan pendataan dan sosialisasi kepada orang tua siswa.
Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam mengaku sudah menerima surat ederan dari Menteri Kesehatan pada Senin (13/12) sore. Sosialisasi kepada orang tua siswa ditargetkan selesai minggu ini.
“Sampai sekarang logistik vaksin belum diberi. Berdasarkan data yang masuk, totalnya sekitar 165.180 siswa. Jumlah itu belum termasuk dari Kemenag yaitu MI sama RA atau TK. Soalnya sampai sekarang Kemenag belum masuk ke tempat kita,” katanya kepada wartawan, Selasa (14/12).
Jika data siswa semua terkumpul, kata dia, pada tanggal 12 Desember 2021 akan dimulai vaksinasi di Kota Semarang. Sedangkan, tempat vaksinasi sama seperti pemberian vaksin untuk SMP dan SMA, yakni di masing-masing sekolahan.
“Sekolah diharapkan tertata rapih dengan dibantu oleh para guru dari masing-masing sekolahan. Mereka bisa mengatur kedatangan siswa, mereka juga bisa membantu penginputan dalam proses pendataan masuk ke dalam Pcare vaksinasi,” tuturnya.
“Itu nanti sama seperti SMP dan SMA berjumlah 156 ribu dalam waktu seminggu atau dua minggu, mampu bisa selesai. Mudahan mudahan sama. Dosis pertama bisa dilakukan dengan sempurna,” imbuhnya.
Pihaknya merencanakan pemberian vaksinasi usia 6-11 tahun dengan matang. Sosialisasi terhadap orang tua penting agar tidak adanya penolakan saat penyelenggaraan vaksinasi tersebut.
“Harapannya mereka mau semuanya. Tidak ada penolakan saat hari H. Saya pastikan kick offnya tanggal 21,” ujarnya.
Saat ditanya berapa logistik vaksinasi usia 6-11 tahun, Hakam menyebut Dinkes Kota Semarang meminta ratusan ribu vaksin kepada Dinkes Provinsi Jateng. “Kami sudah meminta Dinas Kesehatan Provinsi 200 ribu. Dari TK usia 6 tahun hingga SD bisa tercover,” ucapnya. (dik/gih)










