SEMARANG, Joglo Jateng – Keuskupan Agung Semarang terus melakukan koordinasi untuk persiapan Misa Natal agar bisa dilaksanakan dengan protokol kesehatan secara ketat. Koordinasi dilakukan oleh para romo yang ada di lima keuskupan yaitu Yogya Barat, Yogya Timur, Surakarta, Kedu dan Semarang.
Vikjen Keuskupan Agung Semarang (KAS), Romo YR Edy Purwanto Pr. mengatakan, Keuskupan Agung terdiri dari dua wilayah besar yaitu seluruh provinsi DIY dan sebagian Jawa Tengah yang berjumlah 107 paroki. Karena itu, pihaknya berhati-hati agar perayaan kali ini berjalan dengan baik.
“Kesiapan perayaan ekaristi Natal tahun ini dilaksanakan dengan sangat presisi. Artinya penerapan protokol kesehatan itu benar-benar diperhatikan dan dijalankan secara optimal. Di samping itu, menggunakan aplikasi Peduli Lindungi dan menggunakan barcode yang telah disediakan oleh tim IT keuskupan,” paparnya.
Selain itu, lanjutnya, juga menggunakan pendaftaran manual. Terutama untuk paroki-paroki yang memiliki infrastruktur yang relatif kecil. Seperti di desa atau di daerah yang meliputi wilayah pegunungan. “Itu menggunakan model-model manual pendaftaran, itu yang akan dilaksanakan,” ujarnya.
Romo Edy menjelaskan, hal itu dilakukan karena pandemi masih berlangsung. Apalagi, melihat adanya virus varian baru yang sudah masuk di Indonesia. Keuskupan Agung Semarang, lanjutnya, tahun ini masih melakukan pembatasan kapasitas yang digunakan di Gereja.
“Ada pembatasan, kami sangat membatasi dan menggunakan instruksi Menteri Dalam Negeri maupun surat edaran Menteri Agama maksimal 50 persen. Jadi dalam kondisi normal tanpa Covid itu pelaksanaan bisa mencapai 500 tempat duduk. Nah di sini maksimal hanya 250 tempat duduk. Bahkan cukup banyak gereja di bawah 50 persen untuk kapasitas yang dipakai,” tuturnya.
Romo Edy menuturkan, untuk anak-anak dan lansia yang belum melakukan vaksin, akan ada pelayanan khusus yang dilakukan oleh semua paroki.
“Kami menyelenggarakan secara khusus yang namanya perayaan ekaristi anak-anak dan perayaan ekaristi lansia. Sehingga mereka ini dengan diantar oleh keluarga masing-masing yang sehat, lalu mereka mengikuti perayaan kategori lansia atau anak-anak,” katanya.
Ia menambahkan, misa di Keuskupan Agung Semarang dilakukan secara hybird. Ada yang offline dan disiarkan secara livestreaming. (cr3/gih)










