Sambut Baik PTM Penuh

PROTOKOL: Siswi SDN Bulusan sedang mencuci tangan sebelum masuk di ruang kelas, Senin (3/1). (DOKUMEN PRIBADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Sejumlah sekolah di Kota Semarang mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) penuh, Senin (3/1). Salah satunya di SDN Bulusan Kecamatan Tembalang.

Pantauan di lapangan, aktivitas siswa di sekolah tersebut berjalan lancar. Sejumlah pihak mendukung PTM tersebut dan menyambut baik pelaksanaannya di hari pertama itu.

Kepala Sekolah SDN Bulusan Suwito mengatakan, penerapan PTM ini didukung penuh oleh pihak orang tua siswa. Mereka menginginkan agar anak-anaknya besekolah dengan normal, seperti sebelum pandemi Covid-19 melanda.

“Respon orang tua siswa sangat bagus. Selain mendukung penuh, mereka juga mengaku senang dengan penerapan PTM 100% ini,” katanya saat ditemui, Senin (3/1).

Baca juga:  Mahasiswa KKN Posko 11 UIN Walisongo Ikut Turut Ikut Serta Dalam Kegiatan Posyandu Di Desa Kandri

Suwito menjelaskan, SDN Bulusan mengikuti dan menerapkan proses belajar mengajar PTM sesuai dengan isi dari SKB 4 menteri. Menurutnya, sekolahnya berada pada kategori A yang merupakan wilayah PPKM level 1.

Sehingga, lanjutnya, SDN Bulusan dapat menerapkan PKM dengan sistem belajar mengajar dapat dilakukan setiap hari dengan jumlah peserta didik 100%. Sementara untuk lama belajar, paling banyak enam jam pelajaran per hari.

“Waktunya 6 jam pelajaran, setiap 1 jam pelajaran itu 35 menit dan kita kasih jeda 15 menit sampai 30 menit,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, SDN Bulusan telah belajar dari pengalaman penerapan sistem PTM 50% beberapa waktu lalu. Sehingga untuk saat ini pihak sekolah fokus pada cara penataan tempat duduk agar memenuhi aspek jaga jarak. Meski demikian, Suwito akan terus melakukan evaluasi kedepannya apabila ada masukan dari orang tua dan guru.

Baca juga:  Pemkot Semarang Diminta Konsolidasi Pengadaan Khusus Barang dan Jasa

“Saat ini kita tinggal fokus untuk memodifikasi tempat duduk. Berbeda dari sebelum pandemi,” katanya menegaskan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri menyampaikan bahwa jauh-jauh hari pihaknya telah siap dalam penerapan PTM 100 persen sesuai dengan SKB 4 Menteri. Kendati demikian, ia menyerahkan kembali segala keputusan kepada pihak sekolah.

“Secara prinsipnya kita sudah siap dengan SKB 4 menteri itu. Tapi itu semua kita serahkan kembali ke sekolahannya, karna sekolah beda-beda dari jumlah siswanya dan jumlah kelasnya,” terangnya.

Gunawan juga mewanti-wanti, meskipun sekolah menerapkan PTM 100 persen sesuai dengan SKB 4 Menteri, penerapan protocol kesehatan harus diperketat. (cr3/gih)