SEMARANG, Joglo Jateng – Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah mendesak adanya evaluasi dan pantauan secara rutin terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Agar klaster Covid-19 di dunia pendidikan tidak terjadi lagi.
Ketua Komisi E DPRD Jateng Abdul Hamid menuturkan, PTM 100 persen menjadi perhatian serius bagi DPRD Jawa Tengah. Diharapkan, lembaga pendidikan dan Dinas terkait terus melakukan evaluasi dengan persyaratan yang lebih ketat. Ia menegaskan bahwa kesehatan peserta didik harus menjadi prioritas bagi seluruh lembaga pendidikan.
“PTM menjadi perhatian serius, harus terus melakukan evaluasi dengan persyaratan yang lebih ketat, dengan skema-skema atau simulasi penerapan prokes yang ketat di masing-masing daerah. Jangan sampai kita lengah melewati krisis Omicron yang diperkirakan pada Februari dan maret ini,” ujarnya, Kamis (27/1).
Tak hanya itu, ia juga ingin mengajak pihak sekolah untuk bisa menunjuk salah satu peserta didiknya agar bisa ikut menjadi satgas Covid-19. Hal ini supaya ia menjadi contoh perwakilan dari para siswa. Dengan ada penujukan salah satu siswa, juga mempermudahkan pengawasan melalui dari lingkungan belajar.
“Sehingga guru-guru bisa memberi pengarahan. Seperti langsung pulang setelah selesai sekolah, tetap menjaga penerapan protokol kesehatan, dan mensosialisasikan kegiatan mereka ketika hendak berangkat sekolah kepada masyarakat juga,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Gunawan Saptogiri memastikan, temuan kasus Covid -19 varian Omicron yang menular pada anak usia 7 tahun di Kota Semarang bukan klaster sekolah. Ia mengaku telah mengacu pada surat keputusan bersama (SKB) empat menteri yang mengandung antisipasi kasus Omicron di dunia pendidikan.
“Pinsipnya pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) sudah diatur berdasarkan SKB empat menteri. Termasuk temuan kasus Covid-19, jika ada satu atau dua yang terkena juga diatur antisipasinya. Paling penting menjaga tidak ada klaster Covid-19 sekolah,” katanya.
Gunawan menghimbau, kesadaran prokes sudah dimulai dari diri sendiri. Hal itu sesuai dengan tagline Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengajak masyarakat bergerak bersama dalam menghadapi Covid-19.
“Dimanapun kita berada, tidak mengandalkan siswa, tapi juga orang tua dan masyarakat sama sama menerapkan prokes,” ucapnya. (cr3/gih)










