KOTA, Joglo Jogja – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Yogyakarta tahun 2021 mengalami peningkatan, dibanding pada tahun 2020. Sayangnya, kenaikan IPM tersebut dibarengi dengan meningkatnya angka kemiskinan.
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi membenarkan hal tersebut. Ia mengungkapkan bahwa IPM di wilayahnya pada 2021 menyentuh angka 87,18. Nilai ini melampaui capaian tahun 2020, yang berada di angka 86,61.
“Sayangnya, angka kemiskinan masih mengalami peningkatan di tengah situasi pandemi covid-19,” ungkapnya, Rabu (9/2).
Lebih jauh, ia menjelaskan untuk penilaian IPM dipengaruhi oleh berbagai macam aspek. Mulai dari aspek kesehatan, pendidikan hingga kemiskinan. Sehingga naik turunnya IPM ditentukan melalui beberapa aspek tersebut.
Meski angka kemiskinan naik, pihaknya memastikan bahwa kenaikan tersebut tidak terlalu besar. Sehingga masih bisa dikendalikan.
“Ya, berdasarkan data Susenas periode Maret 2021, angka kemiskinan naik menjadi 7,69 persen, atau naik 0,42 persen dibandingkan 2020 Rabu (9/2),” lanjutnya.
Adanya pandemi Covid-19, menurutnya sedikit menghambat upaya pengentasan kemiskinan. Sehingga hasilnya belum sesuai harapan. Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sudah dicanangkan penurunannya, antara 7,29 hingga 6,32 persen.
Untuk tingkat kesenjangan dan ketimpangan terkait perekonomian, atau indeks gini ratio, menurutnya bisa dipangkas cukup signifikan dan membaik. Saat ini, gini ratio tercatat ada di 0,42 meskipun belum sesuai target.
“Sesuai RPJMD targetnya 0,38 sampai 0,41. Kita ingin lebih memastikan, setiap organisasi perangkat daerah mampu merealisasikan seluruh target dan rencana yang sudah disusun sebelumnya” pungkasnya. (fif/bid)










