Model Pembelajaran Discovery Learning pada Bahasan Keliling dan Luas Lingkaran

Oleh: Iwan Kurnianto, S.Pd.,M.Pd.
Guru Matematika SMPN 3 Bae, Kab. Kudus

LINGKARAN adalah salah satu pokok bahasan atau materi yang diajarkan di sekolah tingkat dasar. Pada jenjang sekolah menengah pertama, materi ini masuk dalam kompetensi dasar menurunkan rumus untuk menentukan rumus keliling dan luas lingkaran yang dikaitkan dengan masalah kontekstual kehidupan sehari-hari. Dalam pelaksanaan pembelajarannya, khususnya pada sub materi menemukan rumus keliling dan luas lingkaran, seringkali dijumpai siswa yang kesulitan mengikuti. Kesulitan siswa dalam menemukan rumus keliling dan luas lingkaran diduga disebabkan karena cara guru mengajar yang tidak sesuai.

Kebanyakan guru hanya terpaku pada metode ceramah, yaitu dengan menuliskan rumus, memberikan contoh soal, dan memberikan tugas-tugas. Sementara itu, siswa hanya sekedar menerima dan menghafal rumus keliling dan luas lingkaran. Akibatnya, pengetahuan yang diperoleh siswa hanya bertahan sementara karena pengetahuan tersebut tidak dikonstruk sendiri oleh siswa. Selain itu, juga dikarenakan metode dan pemilihan model pembelajarannya kurang menarik yang membuat siswa merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran. Dengan keadaan seperti ini bisa dimungkinkan proses dan tujuan pembelajaran akan sulit tercapai sesuai harapan.

Mengingat bahwa submateri menemukan keliling dan luas lingkaran membutuhkan kreatifitas berfikir yang logis, maka dipandang perlu adanya sebuah metode dan model pembelajaran yang cocok. Ini senada dengan pendapat Herman Hudojo (1998: 2), yang menyatakan bahwa strategi pembelajaran yang jitu dalam menghadapi masa depan serba tidak menentu adalah membelajarkan siswa dengan melibatkan intelektual siswa secara maksimal.

Model pembelajaran yang baik adalah yang mampu memfasilitasi siswa dalam mengungkapkan ide dan kreatifitas. Model pembelajaran discovery learning adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, dan logis sehingga mereka dapat menemukan sendiri pengetahuan, sikap, dan keterampilan sebagai wujud adanya perubahan perilaku (Hanafiah, 2012). Dalam kaitannya model pembelajaran yang cocok untuk menyampaikan materi menemukan keliling dan luas lingkaran, discovery learning adalah salah satu pilihan yang tepat untuk digunakan di antara banyak model pembelajaran kooperatif yang ada.

Dalam pelaksanaan pembelajaran discovery learning pada materi menemukan keliling dan luas lingkaran, siswa dibagi dalam beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang dengan latar belakang yang berbeda. Siswa bekerja berdasarkan petunjuk yang sudah dibuat guru dalam lembar kerja yang diberikan. Dengan diberikannya keleluasaan bekerja dalam masing-masing kelompok, siswa akan memiliki inisiatif berpikir. Hal inilah yang mampu memberikan kesempatan pada siswa untuk mengeksplorasi ide-idenya yang kreatif. Semisal ketika dalam lembar kerja siswa diberikan petunjuk untuk memotong lingkaran menjadi beberapa bagian juring-juring dengan besar sudut yang sama.

Petunjuk tersebut secara tidak langsung membangkitkan ide dan kreatifitas siswa ketika bagaimana harus memotong bagian-bagian lingkaran tersebut. Pasti akan muncul banyak ide dari siswa terkait perintah lembar kerja tersebut. Namun, karena ada petunjuk bahwa bagian-bagianya berupa juring dan bersudut sama, maka akan muncul kreatifitas lagi untuk menggambar dulu lingkaran dan bagian-bagianya dengan mengukurnya terlebih dahulu menggunakan busur derajat. Selanjutnya, siswa akan mendesain potongan-potongan lingkaran tersebut hingga mendekati bentuk yang diminta yaitu bangun datar persegi panjang. Dari ide mengkonstruksi bentuk potongan lingkaran dan mengaplikasikan rumus-rumus keliling lingkaran ke dalam rumus persegi panjang, maka diperolehlah rumus luas lingkaran yang ditemukan sendiri oleh siswa.

Dari desain pelaksanaan pembelajaran discovery learning ini, sangat tampak bahwa kreativitas siswa muncul untuk mengkonstruksi sendiri ide dan pemikiranya itu. Siswa juga mampu bekerja dalam kelompoknya untuk mengeksplorasi dirinya sendiri sehingga dapat menemukan rumus keliling dan luas lingkaran dengan mengikuti petunjuk dari desain lembar kerja yang dibuat guru. Selebihnya, selama proses pembelajaran berlangsung, guru lebih sering hanya sebatas sebagai fasilitator dan penguat ketika diperlukan. (*)