JEDDAH, Joglo Jateng – Juara dunia Formula 1 Max Verstappen mengklaim kemenangan pertamanya musim ini di Grand Prix Arab Saudi. Dia sukses menyalip rivalnya dari tim Ferrari Charles Leclerc pada empat lap terakhir jelang finis.
Pebalap tim Red Bull itu start dari P4 dan menyentuh garis finis 0,5 detik di depan Leclerc. Pebalap Ferrari itu sendiri sukses menjaga posisi pimpinan klasemen pebalap menyusul kemenangan di balapan pembuka musim Grand Prix Bahrain pekan lalu. Di mobil Ferrari kedua Carlos Sainz melengkapi podium setelah finis ketiga.
Kemenangan itu menjadi kali ke-21 dalam karier Verstappen. Sekaligus mempersembahkan poin pertama bagi sang pebalap Belanda pada musim ini menyusul gagalnya dua mobil Red Bull finis di Bahrain.
Rekan satu timnya, Sergio Perez gagal mengonversi pole position perdananya menjadi kemenangan. Ia harus puas finis P4 setelah strategi sang pebalap Meksiko digagalkan safety car.
George Russell mengklaim P5 untuk Mercedes yang masih mengalami kesulitan musim ini. Dia mengungguli pebalap tim Alpine Esteban Ocon, yang menyingkirkan pebalap McLaren Lando Norris ke P6 dengan margin 0,1 detik.
Sementara Lewis Hamilton, juara GP Arab Saudi perdana di Jeddah tahun lalu, mengklaim satu poin terakhir yang tersisa dengan finis P10. Setelah mengawali balapan dari posisi start ke-15.
Max Verstappen kini menempati peringkat tiga klasemen setelah dua balapan pembuka. Pebalap 24 tahun asal Belanda itu mengaku perlu kesabaran menaklukkan balapan sepanjang 50 lap melawan pebalap Ferrari Charles Leclerc.
“Kesabaran selalu menjadi kunci. Khususnya ketika Anda ingin memenangi kejuaraan ini, Anda selalu bertarung dengan keras. Tapi tentunya harus ingat bahwa Anda perlu mencetak poin, jadi itu yang kami lakukan hari ini. Kami membalap dengan sengit tapi kami juga ingin mencetak poin,” kata pebalap yang mengawali balapan dari posisi start keempat itu.
Verstappen berada di belakang Leclerc pada 10 lap terakhir di Sirkuit Jeddah Corniche. Tetapi ia mendapat keuntungan menggunakan DRS di lintasan lurus dan menyalip sang pebalap Monako pada empat lap terakhir sebelum finis.
Red Bull dan Ferrari tak terpisahkan terlalu jauh di sepanjang balapan hari itu. Berkat mobil generasi baru 2022 yang mengikuti perombakan regulasi besar-besaran untuk menciptakan balapan yang lebih ketat.
“Saya rasa ini akan menjadi perang dalam hal pengembangan (mobil) mulai sekarang, akan tetapi perang pengembangan itu dilakukan dengan satu tangan terikat di belakang karena pembatasan anggaran. Musim kami pada akhirnya mulai setelah kekecewaan akhir pekan Senin (28/3), jadi senang rasanya bisa kembali,” kata kepala teknis tim Red Bull Adrian Newey.
Bos tim Red Bull Christian Horner mengatakan pertarungan dengan Ferrari cukup berat. Menurutnya, mereka memiliki mobil yang hebat dan pebalap yang luar biasa. Apabila itu yang akan mewarnai sisa musim ini, hal ini akan menjadi epik.
“Kami harus tetap bekerja keras sekarang karena dengan regulasi yang muda dan baru itu langkah-langkahnya akan besar dan cepat dan lawan-lawan kami tidak akan tinggal diam. Kami akan membawa sejumlah pengembangan untuk mobil ini ke depannya,” ujarnya. (ara/fat)










