SLEMAN, Joglo Jogja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memastikan ketersediaan kebutuhan pokok aman jelang hari raya idul Fitri. Hal tersebut diungkapkan setelah Bupati Sleman beserta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan peninjauan.
Bupati Kabupaten Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan, pihaknya sudah melakukan peninjauan dibeberapa titik. Salah satunya adalah Pasar Pakem dan distributor sembako Arista yang ada di Jalan Kaliurang Kilometer 7.
“Ada sejumlah barang yang mengalami kenaikan harga. Komoditas tersebut adalah bawang putih naik Rp 1.625, cabai rawit hijau naik Rp 13.125 dan daging sapi naik Rp1.875,” ungkapnya baru-baru ini.
Lebih jauh ia menjelaskan, ada juga beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga. Diantaranya adalah minyak goreng curah turun Rp 250, telur ayam turun Rp 688, cabai merah keriting turun Rp 4.000, cabai rawit merah turun Rp 4.125, dan bawang merah turun Rp 2.250.
Sedangkan untuk gula pasir menurutnya harganya masih stabil di kisaran angka Rp 12.800 per kilogram. Ia memastikan bahwa stok kebutuhan pokok akan aman sampai Lebaran. Bahkan, minyak goreng curah yang sempat langka, saat ini sudah berangsur tersedia.
“Ada sebanyak 140 ton minyak goreng curah yang tersebar di seluruh pasar tradisional di Sleman. Di Arsita ini ada 30 ton untuk hari ini, besok datang lagi tujuh ton. Setiap hari di sini bisa menghabiskan 10 ton, tetapi untuk pembelian dibatasi maksimal dua jerigen setiap orang,” lanjutnya.
Ia menghimbau kepada masyarakat agar bisa membeli kebutuhan pokok secukupnya saja. Hal tersebut dilakukan supaya masyarakat yang lain tidak ikut-ikutan melakukan aksi borong karena panik.
Bahkan secara terbuka ia juga mempersilahkan masyarakat untuk melaporkan aduan jika terjadi kelangkaan komoditas. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, pihaknya akan segera mengatasi masalah tersebut.
“Jika ada kekurangan persediaan sembako, masyarakat agar melaporkannya melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman,” pungkasnya. (fif/bid)










