PURWOKERTO, Joglo Jateng – Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Bus Tipe A Bulupitu Antonius Bayu Setiawan mengatakan, arus balik pada H+6 Lebaran 2022 di Terminal Bus Tipe A Bulupitu Purwokerto, Kabupaten Banyumas, masih terpantau ramai.
“Biasanya kalau hari Senin masih ramai, tapi kami belum bisa melihat apakah kondisinya seperti kemarin, ataukah lebih banyak, atau justru lebih sedikit. Biasanya pergerakan lebih banyak pada sore hari daripada pagi hari,” terangnya di Purwokerto, Senin (9/5).
Ia menuturkan, jumlah penumpang yang diberangkatkan dari Terminal Bus Bulupitu pada hari Minggu (8/5) atau H+5 Lebaran, mencapai lebih dari 5.000 orang. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan volume keberangkatan penumpang beberapa hari sebelumnya.
“Jadi dapat dikatakan puncak arus balik di Terminal Bus Bulupitu terjadi pada hari Minggu (8/5),” katanya.
Lebih lanjut, mengenai ketersediaan armada khususnya bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Ia mengatakan, secara umum mencukupi kebutuhan. Karena hingga saat ini masih dapat dipenuhi oleh bus-bus reguler yang biasa melayani penumpang di Terminal Bus Bulupitu
Kendati demikian, ia mengakui beberapa perusahaan bus AKAP melalui perwakilannya mengajukan izin insidental untuk menggandeng perusahaan bus pariwisata. Hal itu sebagai pengganti armada mereka yang terlambat masuk terminal akibat kemacetan.
“Kemarin ada empat bus pariwisata yang dilibatkan sebagai bus pengganti. Agar penumpang bisa terangkut. Tidak ada penambahan, jumlahnya tetap sama. Setiap harinya ada 250-300 bus reguler yang diberangkatkan dari Purwokerto dan bus pariwisata itu hanya sebagai pengganti bus reguler yang terlambat masuk saja,” ujarnya.
Bayu menambahkan program balik gratis yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan dan sejumlah pihak cukup membantu pergerakan masyarakat dari wilayah Banyumas. Untuk menuju daerah tujuan masing-masing para pemudik.
Dalam hal ini, Terminal Bus Bulupitu pada hari Sabtu (7/5) memberangkatkan sebanyak 20 bus program mudik dan balik gratis. Yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sementara pada hari Minggu (8/5), pihaknya melepas 10 bus program balik gratis dari Pemprov DKI Jakarta dan 15 bus program balik gratis Kemenhub.
Lebih lanjut, ia mengatakan, pihaknya hingga saat ini belum menerima laporan terkait dengan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan otobus. Khususnya selama arus mudik hingga arus balik Lebaran 2022.
“Kalau pelanggaran, sementara belum ada pengaduan ke kami. Paling, penumpang menanyakan kendaraan yang belum juga berangkat pada jam keberangkatannya. Namun akhirnya mereka bisa memahaminya setelah kami jelaskan tentang situasi di jalan dan manajemen rekayasa lalu lintas yang mengakibatkan adanya keterlambatan kedatangan bus,” paparnya. (ara/all)










