Harapkan UMKM Bertransformasi Pasca Pandemi

SAMPAIKAN: MenkopUKM Teten Masduki (berkaos hitam) saat menjadi pembicara dalam Kuliah Umum Kewirausahaan pada acara ‘Paten Goes To Campus’ di UMP, Kabupaten Banyumas, Sabtu (4/6).

PURWOKERTO, Joglo Jateng – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menginginkan UMKM bertransformasi dari informal ke formal. Agar bisa transformasi ke digital dan menjadi wirausaha-wirausaha mapan, sehingga bisa naik kelas pascapandemi Covid-19.

“Kami juga menyiapkan UMKM masa depan yang punya produk-produk yang lebih kompetitif. Baik di pasar domestik maupun global, termasuk juga model bisnisnya menjadi makin inovatif,” terangnya saat berkunjung ke Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas, Sabtu (4/6).

Menteri Teten mengatakan, kunjungannya ke Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dalam rangka Kuliah Umum Kewirausahaan, pada acara Paten Goes To Campus. Yang dirangkai dengan pembukaan Enterpreneur Creative Project (ECP) 2022. Serta Rapat Senat Terbuka Pidato Milad Ke-57 UMP.

Menurutnya, berbagai ekosistem untuk menuju ke era UMKM masa depan sudah disiapkan Kementerian Koperasi dan UKM. Termasuk di dalam Undang-Undang Cipta Kerja.

“Dalam pelaksanaannya, kami butuh bergandengan tangan, berkolaborasi dengan universitas. Kami ingin juga produk-produk UMKM kita juga mulai melirik yang punya potensi besar, yang menjadi keunggulan domestic. Sehingga produk kita bisa kompetitif,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya ingin dalam kerja sama dengan universitas nantinya, dapat dirumuskan tentang bagaimana mengembangkan riset di perguruan tinggi yang bisa dikomersialisasi dan dihilirisasi bersama UMKM.

Lebih lanjut, ia menyampaikan sempat bertemu dengan anak-anak muda dan mahasiswa UMP saat Kuliah Umum Kewirausahaan. Pada acara Paten Goes To Campus yang dirangkai dengan pembukaan Enterpreneur Creative Project (ECP) 2022.

“Kami ingin mengembangkan kerja sama dengan inkubator bisnis di UMP. Yang saya kira ekosistemnya sudah baik, sudah terhubung ke pembiayaan, tinggal memang bagaimana ini kita eskalasi. UMKM baik yang berbasis anak muda di kampus maupun yang eksisting di luar untuk kita dorong lagi,” ujarnya saat didampingi Rektor UMP Jebul Suroso.

Ia menilai, sejauh ini dari berbagai kampus di Indonesia, baru UMP yang mendeklarasikan sebagai Rumah UMKM. “Tadi pagi saya cerita sama Pak Rektor, kenapa kita sering menyebut Rumah UMKM? Ternyata UMKM begitu dihadirkan di rumahnya sendiri, misalnya sekarang M Bloc, Pos Bloc dan lain sebagainya, sekarang UMKM begitu berkelas,” tegasnya.

Menurutnya, Rumah UMKM itu ternyata bisa mengalahkan produk-produk brand besar. Sehingga hal itu semakin meneguhkan keyakinan bahwa Indonesia punya potensi ekonomi UMKM yang luar biasa.

“Cuma selama ini kita belum percaya diri untuk mengembangkan produk-produk UMKM,” kata MenkopUKM.

Sementara itu, Rektor UMP Jebul Suroso mengatakan, UMP telah mendeklarasikan diri menjadi perguruan tinggi ‘Rumah UMKM’. “Teman-teman kami para UMKM, para pelaku usaha, yang kemudian kami fasilitasi di UMP melalui kegiatan SunMor (Sunday Morning), Pasar Ramadhan, pendampingan produk, kemudian ada halal yang masuk di sana,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, UMP juga menjadi etalase untuk penjualan produk UMKM. Dan ke depan penjualan melalui media digital.

Menurut Jebul Suroso, hal itu merupakan keteladanan UMP yang disampaikan kepada mahasiswa. Agar perguruan tinggi bisa menebar manfaat.

“Dan perguruan tinggi bisa sedini mungkin melahirkan generasi yang kita sebut sebagai generasi yang justru menyiapkan lapangan kerja,” kata Rektor. (ara/all)