Dinas Kesehatan Jateng Gelar Sosialisasi Program BIAN

SEMANGAT: Kepala Dinkes Jateng Yunita Dyah Suminar saat berfoto bersama peserta sosialisasi BIAN, di Aula Dinkes Pemalang, Rabu (22/6). (UFAN FAUDHIL / JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah melakukan kunjungan ke Kabupaten Pemalang untuk memberikan motivasi dan semangat kepada para tenaga kesehatan (Nakes). Hal tersebut dilakukan untuk membuat para nakes menjadi lebih semangat dalam menjalankan tugasnya, terutama dalam gerakan Kejar Imuniasi dan Bulan Imuniasi Anak Nasional (BIAN) yang telah dicanangkan pada awal Juni lalu.

Kepala Dinkes Jateng Yunita Dyah Suminar dalam kunjungannya di Kabupaten Pemalang mengatakan, ingin memberikan sosialisasi terkait pentingnya imunisasi anak kepada pada nakes. Karena selama pandemi Covid-19 dua tahun lalu, proses pemberian imunisasi tersebut terpaksa berhenti dan tidak dilakukan.

“Kita beri penjelasan, pertama kepada nakes, tentang bagaimana cara penanganan pemberian imunisasi pada balita. Karena banyak balita di Jawa Tengah, termasuk Pemalang yang belum mendapatkan imunisasi lengkap,” terangnya di Kantor Dinkes Pemalang, Rabu (22/6).

Selain sosialisasi, mantan Wakil Direktur RS Margono Soekarjo Purwokerto itu, juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta yang hadir di Aula Dinkes Pemalang. Ia menekankan pada para nakes, agar tidak berhenti memberikan pengertian ke masyarakat untuk peduli dengan kesehatan anak.

“Kita butuh kerjasama dari kalian semua terutama untuk menyukseskan kegiatan Kejar Imuniasi dan BIAN, yang nanti dilakukan pada Agustus. Jadi di sini saya juga mengajak Polres Pemalang, untuk membantu pemberian imunisasi, sekaligus vaksinasi yang masih belum mencapai target,” ujarnya.

Lebih lanjut, terkait dengan angka Vaksinasi, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Aris Gunarto menerangkan, dari data capaian vaksin dosis dua dan tiga atau booster, semuanya masih dibawah target. Dengan target herd imuniti atau kekebalan komunal akan lebih baik ketika dapat tercapai target. Yaitu pencapaian vaksin, khususnya dosis dua berada di angka 70 persen.

“Angka vaksin dosis dua itu sudah 69 persen, tinggal sedikit lagi. Tapi sekarang keinginan masyarakat untuk vaksin sangat rendah. Jadi sulit mencapai angka sesuai target. Dan untuk dosis ke tiga baru di angka 14 persen,” imbuhnya. (fan/all)