Projek kedua adalah projek yang memanfaatkan sampah. Penataan lingkungan di SMP 5 Kudus tergolong bagus, sekaligus sebagai sekolah adiwiyata, kita akan memanfaatkan sampah , membuat kompos, pupuk organik, eco enzyme. Projek tersebut diberi nama ekozima (eco enzyme SMP 5).
Sedangkan projek yang terakhir adalah projek terkait kearifan lokal. Yakni dengan memanfatkan sampah-sampah daun yang ada di sekitar sekolah, akan diadakan projek ecoprint. Pembuatan ecoprint akan dibuat pada media tas belanja. Yang harapannya, kedepan bisa membuat ecoprint di kain yang lebih besar.

Sementara itu, SMP 2 Jati telah mengadakan IHT selam lima hari, yakni pada 20 hingga 25 Juni 2022 yang bertempat di sekolah. Dalam IHT tersebut, para guru diberikan pelatihan mengenai platform merdeka mengajar oleh sekolah yang telah mengikuti pelatihan dari Kemendikbudristek.
Kepala SMP 2 Jati Sarpani menyatakan, terdapat dua hal yang dipersiapkan SMP 2 Jati untuk menyambut tahun ajaran baru. Dua aspek tersebut ialah, aspek sarana prasarana guna untuk mendukung program pembelajaran serta Sumber Daya Manusia (SDM). Selain itu, persiapan KOSP tengah dilakukan juga oleh SMP 2 Jati.
“Yang dimaksud dengan SDM yakni para guru bisa memahami dan mengimplementasikan dengan baik mengenai kurikulum merdeka. Untuk KOSP, titik beratnya adalah melihat kondisi lingkungan, baik dalam maupun luar sekolah,” jelasnya.
Penggalian karakter dan pengetahuan pelajar juga perlu dilakukan sedini mungkin melalui tes skolastik. Sehingga para pelajar dapat terlayani dengan sebaik mungkin. Sesuai dengan tujuan adanya kurikulum merdeka. Dengan begitu, diharapkan setelah lulus dari SMP 2 Jati, mereka merasa senang dan puas.
Ia mengatakan, dalam kurikulum merdeka mengharuskan pengajar maupun pelajar bisa memanfaatkan teknologi sebaik mungkin. Karena banyak metode pembelajaran yang dapat digunakan dan diakses melalui visual.
“Kami telah menyiapkan pemasangan TV ditiap kelas. Untuk sekarang, sudah sembilan kelas yang terpasang TV. Diharapkan TV tersebut bisa digunakan sebagai metode pembelajaran visual,” terangnya.
Projek yang direncanakan SMP 2 Jati untuk kurikulum merdeka ialah kebhinekaan global serta kewirausahaan. Pihaknya mengataka, untuk projek selanjutnya akan dilihat dari setelah perkembangan dua projek tersebut. Dikarenakan, per projek akan dilakukan secara berkala.
“Untuk kebhinekaan global akan ada penampilan karnaval, dalam karnaval tersebut mencakup banyak hal, seperti gamelan, tata musik, tata rias, dan lain sebagainya. Sedang kewirausahaan, akan dilakukan pemanfaatan lingkungan alam yang ada di sekolah. Contohnya sampah-sampah daun di sekolah akan dijadikan pupuk organik,” jelasnya. (cr1/fat)










