Kudus  

Matangkan Persiapan Kurikulum Merdeka dengan IHT

ANTUSIAS: Guru SMP 5 Kudus menyimak pemaparan salah satu Komite Pembelajaran yang menyampaikan Implementasi Pembelajaran Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak, beberapa waktu lalu. (DOK. PRIBADI / JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng- Komite Pembelajaran Sekolah Penggerak belum lama ini mengikuti pelatihan selama satu bulan secara daring oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Setelah mengikuti pelatihan, tugas dari komite pembelajaran berikutnya ialah, pelatihan Implementasi Pembelajaran Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak atau In House Training (IHT).

Kepala SMP 5 Kudus Abdul Rochim menjelaskan, IHT dilakukan guna pengimbasan kepada para guru yang ada di sekolah masing-masing oleh komite pembelajaran, terkait sekolah penggerak. Pengisi kegiatan tersebut ialah pihak sekolah yang telah mengikuti pelatihan sebelumnya. Di SMP 5 Kudus, kegiatan tersebut dilaksanakan selama delapan hari.

Baca juga:  Satu Calon Jemaah Haji Asal Kudus Batal Berangkat

“Kegiatan tersebut dilaksanakan selama delapan hari, dari 21 hingga 29 Juni 2022. IHT tersebut, tiga hari diantaranya micro learning. Yakni belajar dilakukan secara mandiri. Dan lima harinya berupa tatap muka yang dilakukan di sekolah,” terangnya.

Setelah berbagai tahapan pelatihan tersebut, dilakukan persiapan menjelang ajaran baru dengan menyiapkan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP). Selain itu, dilakukan juga persiapan pilihan projek yang mengarah pada profil pelajar Pancasila.

Di SMP 5 Kudus, terdapat tiga projek rencana. Siantaranya projek mengenai literasi, pemanfaatan sampah, serta kearifan lokal.

Baca juga:  Desa Japan Kudus Masuk 300 Besar Nominasi ADWI Kemenparekraf

“Kita tidak mau projek yang muluk-muluk, tujuan akhir kita bukan hanya sekedar menghasilkan produk. Namun, projek kita harus bisa berkelanjutan. Persiapan kita untuk kurikulum merdeka sudah 75%. Nantinya akan dipastikan 100% ketika masuk ajaran baru,” ujarnya.

Pihaknya menjelaskan mengenai tiga projek yang sedang direncanakan, dalam projek literasi yang bertema Rajin Tulis dan Membaca (Ratulica). Akan dibuatkan perpustakaan di tiap kelas, pembuatan mading, serta pembuatan karya berupa buku antalogi yang dibuat oleh para pelajar.