KUDUS, Joglo Jateng – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kudus menggelar Seleksi Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat kabupaten yang dilaksanakan di SMP 1 Kudus, Senin (4/7/2022). Kegiatan tersebut berlangsung lancar dengan diikuti oleh semua SMP di wilayah tersebut.
Para guru dan pelajar tampak antusias mengikuti agenda FLS2N. Kegiatan ini dilaksanakan guna memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk menyalurkan bakat masing-masing.
Kepala SMP 1 Kudus Ahadi Setiawan menjelaskan, dalam FLS2N ini terdapat lima cabang lomba, yang semuanya diadakan di SMP 1 Kudus. Lima cabang lomba tersebut, meliputi solo song, kreativitas musik tradisi, seni tari kreasi, gitar duet, serta desain poster.
“Sebanyak 85 total peserta yang mengikuti FLS2N, sejumlah 16 peserta mengikuti lomba solo song, kreativitas musik berjumlah 3 kelompok dengan 16 siswa, seni tari diikuti oleh 8 kelompok dengan 41 siswa, gitar duet 1 kelompok dengan tiga peserta. Serta desain poster dikuti 10 siswa,” jelasnya.

Dalam sambutan pembukanya, Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Moh. Zubaedi, SE mengatakan, ajang FLS2N tidak mewajibkan tiap SMP untuk mengajukan peserta di semua cabang lomba. Setiap sekolah hanya mengajukan peserta untuk cabang lomba yang sesuai dengan kompetensi yang dimiliki peserta didiknya.
“Tidak kami wajibkan harus mengikuti semua lomba, dikarenakan harus menyesuaikan kompetensi dan bakat pelajar. Karena yang namanya lomba harus ada persiapan dan kesiapan,” ujarnya.
Pihaknya menyatakan, tujuan dari diadakannya FLS2N guna memberikan kesempatan, waktu, ruang, tempat, serta sarana prasarana untuk berekspresi bagi para pelajar. Sehingga mereka dapat menampilkan bakat dan prestasinya ke jenjang yang lebih tinggi. Karena pada dasarnya, anak memiliki keinginan untuk diakui prestasinya sesuai bidang yang mereka tekuni.
Dengan begitu, harapannya, semua juri dapat melakukan penilaian secara profesional seperti di tahun-tahun kemarin. Profesionalisme harus dijunjung tinggi, sehingga dapat memberikan laporan yang akurat kepada para peserta, sehingga tidak menimbulkan suatu keresahan ataupun kegaduhan.
“Laporan dan hasil benar-benar sesuai harapan peserta dan masyarakat. Pada prinsipnya, para peserta dan masyarakat sudah dapat mengamati sendiri siapa yang akan menjadi juaranya,” tuturnya. (cr1/fat)










