Kudus  

FLS2N SD Tingkat Kecamatan Kota Lebih Antusias

EKSPRESIF: Penampilan pantomim dari salah satu peserta FLS2N di SD 1-2 Mlati, Rabu (13/7). (SHELA MEYLANI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pelaksanaan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus di tingkat Koordinator Wilayah (Korwil) berakhir, Rabu (13/7). FLS2N SD tingkat Kecamatan Kota di SD 1 dan 2 Mlati Kidul dinilai lebih antusias dibanding sebelumnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) M. Zubaedi menjelaskan, selama masa pandemi, pelaksanaan FLS2N hanya diadakan di tingkat nasional secara daring. Untuk tahun ini, pelaksanaan FLS2N kembali dilaksanakan secara luring. Dengan begitu antusiasnya tinggi sekali. Terlebih di FLS2N SD tingkat Kecamatan Kota.

Antusiasme tinggi ditunjukan dengan banyaknya peserta yang berpartisipasi dalam ajang FLS2N SD tingkat Kecamatan Kota. Selain itu, tingginya antusias FLS2N Korwil Kecamatan Kota dikarenakan sekolah dan orang tua para peserta rela mendatangkan pelatih dari luar untuk memaksimalkan persiapan lomba.

“Di korwil sini beda dengan korwil lain. Jiwa kompetitifnya tinggi sekali, bahkan mereka rela mengundang pelatih biar bisa juara. Orang tua mereka mendukung dana dan fasilitas lebih,” ujar Zubaedi.

Pihaknya menjelaskan, selain untuk menumbuhkan jiwa kompetitif dari para peserta, FLS2N juga bertujuan untuk membentuk karakter siswa. Pendidikan bukan hanya mencetak orang pintar saja, tapi pintar berkarakter.

“Kalau pintar saja, takutnya justru minteri. Tapi kalau pintar berkarakter kan lebih baik,” imbuhnya.

Sementara itu, panitia FLS2N Korwil Kecamatan Kota Fajar Sri Utami menyatakan, total 123 peserta yang mengikuti FLS2N SD di tingkat Kecamatan Kota. Jumlah ini terbilang tinggi. Para peserta tersebut terbagi kedalam lima cabang lomba.

“Meliputi, solo song sebanyak 23 peserta, gambar bercerita sebanyak 29 peserta, kriya anyam sebanyak 15 peserta, seni tari ada 10 tim, per tim terdiri dari tiga peserta. Sedangkan lomba pantomim terdapat 13 tim, per tim terdiri dari dua peserta,” paparnya,

Untuk juara satu, dua, dan tiga FLS2N di masing-masing korwil akan dilanjutkan ke ajang FLS2N di tingkat kabupaten yang akan diadakan 19 Juli mendatang. Maka dari itu, dalam pelaksanaan FLS2N, pihaknya mengutamakan sportivitas, dan kejujuran dalam penilaian lomba yang dilakukan juri.

“Juri memang kita rahasiakan untuk menghindari suatu hal yang tidak diinginkan terjadi. Jadi yang juara memang peserta yang terbaik,” ucapnya. (cr1/fat)