KUDUS, Joglo Jateng- Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung beragam di beberapa sekolah di Kudus. Sebagian ada yang mulai melaksanakan 11 Juli, namun ada juga yang mulai 12 Juli.
Kepala SMP 5 Kudus Abdul Rochim menjelaskan, pelaksanaan MPLS SMP 5 Kudus telah usai. Karena MPLS di sekolahnya telah dimulai pada 11 Juli dan berakhir 13 Juli lalu. Selanjutnya, pada 14 Juli, para peserta didik baru dapat melanjutkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMP.
“Sudah dimulai pelajarannya per mata pelajaran di tiap kelas. Biasanya pengenalan materi terlebih dahulu atau pendahuluan,” ujarnya.
Abdul Rochim menambahkan, sekolahnya sangat menekankan pentingnya literasi. Maka dari itu, di kegiatan MPLS kemarin, para peserta didik baru dikenalkan dengan pembiasaan baca dan tulis. Mereka diarahkan untuk membaca dan kemudian menulis apapun. Baik berupa puisi, poster, cerpen, dan lain sebagainya. Yang kemudian ditempelkan di majalah dinding (Mading).
“Di MPLS, kita baru melakukan perkenalan. Selanjutnya kegiatan tersebut akan ada keberlanjutannya seiring berjalannya kegiatan belajar mengajar,” terangnya.
Pihaknya menyatakan, seluruh peserta didik baik yang baru maupun lama terlihat antusias bersekolah. Karena KBM sudah berlangsung dengan pembelajaran tatap muka (PTM). Maka dari itu, SMP 5 Kudus kembali menerapkan beberapa pembiasaan yang diterapkan kepada seluruh pelajarnya.
“Dulu sudah ada, begitu pandemi jadinya berhenti dulu. Tapi di tahun ajaran baru ini kita berlakukan kembali pembiasaan-pembiasaan tersebut,” terangnya.
Pembiasaan yang diterapkan kepada peserta didik terkait kedisiplinan, religi, literasi, kesehatan, serta peduli lingkungan. Setiap Senin diberlakukan upacara untuk pembiasaan kedisiplinan bagi para pelajar. Kemudian pada Selasa dan Rabu, para pelajar dibiasakan untuk membaca buku yang ada di pojok literasi kelas masing-masing.
“Tiap Kamis dan Sabtu ada pembiasaan baca asmaul husna. Jumat ada olahraga dan bebersih lingkungan. Pembiasaan tersebut berlangsung selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Khusus upacara berlangsung selama satu jam pelajaran,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala SMP 1 Mejobo Aksis Dermawan melalui Wakil Kepala Sekolah, Junaedi menjelaskan, pelaksanaan MPLS di sekolahnya dimulai pada 12 Juli dan berakhir 14 Juli ini. Karena pihak sekolah melaksanakan kurban terlebih dahulu, untuk mendidik para pelajar terkait pentingnya saling berbagi dan latihan berkurban.
Selain mengajarkan materi terkait MPLS kepada peserta didik baru, SMP 1 Mejobo juga bekerja sama dengan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kepolisisan Sektor (Polsek) Kecamatan Mejobo. Mereka memberikan pengarahan dan materi kepada peserta didik baru terkait tertib lalu lintas dan kenakalan remaja.
“Para peserta didik harus mengetahui hal-hal yang harus mereka hindari terkait kenakalan ataupun pelanggaran. Sehingga mereka dapat fokus pada pembelajarannya di sekolah,” terangnya.
Selain itu, dalam rangka menuju Adiwiyata Nasional, para peserta didik baru dikenalkan dengan ke-adiwiyata-an saat kegiatan MPLS. Selama kegiatan MPLS, para peserta didik baru juga diarahkan untuk selalu membawa bekal, baik makanan maupun minuman. Dan dibudayakan untuk selalu peduli dengan lingkungan. (cr1/fat)










