Bupati Sleman Minta PGRI Jadi Organisasi Dinamis dan Mandiri

ARAHKAN: Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo membuka Konferensi 2 PGRI Kabupaten Sleman di Aula Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Selasa (19/7). (ANTARA/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) diharapkan dapat menjadi organisasi yang dinamis, mandiri dan dicintai anggotanya. Karena, PGRI menjadi wadah bagi para guru dalam berorganisasi, dan meningkatkan kemampuan serta profesionalisme para anggotanya.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan, PGRI juga harus mampu membangun citra positip bagi para guru. Sehingga disegani oleh mitra kerjanya dan diakui manfaat dan keberadaannya oleh masyarakat.

“Atas dasar pemikiran inilah, PGRI harus senantiasa berupaya merespon dinamika kebijakan tentang pendidikan dan guru, terbuka terhadap aspirasi anggotanya,” terang bupati.

Lanjutnya, penyelenggaraan konferensi PGRI ini hendaknya tidak hanya dipandang sebagai kegiatan yang bersifat rutinitas atau seremonial semata. Namun dapat memberikan terobosan baru yang mendorong kemajuan pendidikan di Sleman.

“Kegiatan konferensi ini dapat kita manfaatkan sebagai media untuk membentuk karakter guru-guru yang tergabung dalam PGRI Sleman untuk menjadi guru yang lebih profesional, kreatif dan inovatif,” tuturnya.

Ketua PGRI Kabupaten Sleman, Mujiyanta mengatakan, kegiatan Konferensi 2 PGRI Sleman ini merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya yang diselenggarakan oleh PGRI Sleman. Sebagai sarana dalam menyampaikan pandangan program kerja untuk tahun selanjutnya.

Ia menambahkan, kegiatan konferensi tersebut dihadiri lebih dari 50 orang anggota PGRI Sleman. Dihadiri juga oleh perwakilan pengurus PGRI DIY.

“Selain penyelenggaraan konferensi ini, PGRI Sleman mulai mencoba meluncurkan website PGRI Sleman sebagai pusat informasi kegiatan PGRI Sleman. Dengan harapan, nantinya memacu para guru untuk lebih memahami perkembangan teknologi agar tidak tertinggal informasi,” pungkasnya. (ara/bid)