SEMARANG, Joglo Jateng – Diketahui, di Stasiun Tawang di Kota Semarang terdapat oknum petugas yang meloloskan sejumlah penumpang ilegal, dalam hal ini belum divaksin namun dipersilahkan naik kereta. Kejadian tersebut mendapat respon tegas dari Kepala Humas KAI Daop 4, Krisbiyanto. Ia akan mengusut sampai ketemu oknum yang menyelewengkan tugas itu.
Krisbiyanto mengatakan, ia sudah melihat bahwa 8 hari setelah berlakunya SE terbaru dan sebelum 17 secara volume di tanggal 24 terjadi 19 persen penurunan penumpang. Di lain sisi, pengguna antigen naik hingga 200 persen.
Ia menyimpulkan, yang mau naik di tanggal 24 belum vaksin tiga, sehingga antigen adalah jalan keluar. Namun, apabila terdapat tindakan pelolosan penumpang yang tidak sesuai dengan peraturan, maka dapat ditindak tegas.
“Saya yakin di dalam petugas sendiri tidak ada yang misinformasi, akan tetapi saya akan mengusut sampai tuntas apabila terdapat kejanggalan atau penyelewengan tugas di bawah pengawasan saya Daop 4,” ujarnya saat ditemui, belum lama ini.
Sebelumnya, Analis Antigen di Stasiun Tawang, Risqi menjelaskan, terdapat oknum petugas yang memang dengan sengaja meloloskan penumpang di bawah dosis tiga.
“Baru vaksin satu langsung masuk kereta, harusnya engga boleh. Beberapa pernah terjadi. Ada seseorang yang melakukan praktek seperti itu. Dan itu bukan wewenang saya, saya hanya menjalankan tugas sebagai analis antigen saja,” paparnya (23/7).
Sebagaimana diketahui, berdasarkan Surat Edaran (SE) dari Kementerian Perhubungan Nomor 72 Tahun 2022, tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada Masa Pandemi Covid-19, telah diberlakukan 17 Juli kemaren.
SE tersebut mengatur segala pelaksanaan perjalanan yang dilakukan jasa transportasi termasuk kereta yang digawangi oleh PT. Kereta Api Indonesia (KAI). Dalam aturan tersebut dijelaskan, pemberlakuan konsumen (penumpang kereta) yang belum dosis ketiga atau booster, untuk menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau Rapid Test Antigen. (cr2/gih)










