DKK Gencarkan Sosialisasi Hepatitis

ANTUSIAS: Dialog pengendalian penyakit Hepatitis B di Kabupaten Kudus bersama Kesga Gizi dan BPM di Kudus, belum lama ini. (SHELA MEYLANI/JOGLO JATENG)

Staf Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Ririn Wardani Zuhruf menambahkan, setiap tahunnya, Indonesia mendapati kasus hepatitis. Pada 2021, Kabupaten Kudus menempati posisi keempat se-Jawa Tengah dalam kasus hepatitis, dan posisi kedua se-Jawa Tengah dalam deteksi dini.

“Deteksi dini nya bagus, namun kasusnya juga banyak. Tapi karena deteksinya bagus, maka kasus tersebut bisa ter-cover,” terangnya.

Per-Juni 2022, di Kudus telah mencapai 111 kasus hepatitis. Dengan priode yang sama pada tahun lalu, Kudus mendapati 113 kasus. Ia menyatakan, meski kasusnya turun dua angka, hal itu, tidak bisa menyimpulkan bahwa kasus hepatitis menurun. Karena, masih ada kemungkinan kasus yang belum terungkap.

Dalam rangka rentetan kegiatan Hari Hepatitis Sedunia, DKK Kudus menggelar berbagai sosialisasi, meliputi sosialisasi secara langsung dan sosialisasi melalui media sosial, promosi flyer, banner, dan siaran radio. Kegiatan sosialisasi telah berlangsung secara beriringan. Untuk sosialisasi langsung telah dilakukan sebanyak dua kali pada bulan ini.

“Pada Kamis (21/7), sosialisasi dilakukan kepada para Kesehatan Keluarga (Kesga) Gizi dan Bidan Praktik Mandiri (BPM) yang ada di Kudus. Sedang pada Senin (25/7), sosialisasi ditujukan kepada para bidan koordinator puskesmas dan bidan Verlos Kamer (VK),” paparnya.