Maksimalkan Latihan Menyanyi Solo untuk Juara

MENGHAYATI: Peserta cabang lomba solo song FLS2N SMP 1 Kudus tingkat provinsi sedang melakukan proses rekaman audio dan video, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Tidak mau kalah dengan cabang lomba lainya, perwakilan cabang lomba menyanyi solo, Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kabupaten Kudus melakukan berbagai persiapan dan latihan. Upaya itu dilakukan semaksimal mungkin oleh para peserta yang lolos ke jenjang provinsi.

Kepala SMP 1 Kudus Ahadi Setiawan melalui Pelatih Menyanyi Solo Abu sofyan menjelaskan, saat ini telah dilakukan proses pengiriman video menyanyi solo ke panitia FLS2N pusat. Perekaman video dilakukan dua hari sebelum pengiriman. Dalam babak penyisihan ini hanya memerlukan satu lagu wajib. Yakni Manusia Kuat-Tulus.

“Ini tingkatnya provinsi, namun pengirimannya ke Pusat yakni Nasional. Jadi yang menyeleksi dari pihak Nasional bukan provinsi,” jelasnya.

Pihaknya menyatakan, sebelumnya pelatihan peserta lomba dilakukan secara rutin di setiap harinya, sekitar delapan jam per hari. Karena untuk latihan vocal memang dibutuhkan pembiasaan teknik. Untuk pelatihnya, hanya ada satu pelatih dari guru seni musik dari SMP 1 Kudus sendiri. Yang dibantu dengan tim Informasi dan Teknologi (IT).

“Tim IT juga berasal dari pihak sekolah sendiri. Presedur pengiriman videonya harus one shoot. Audio dan video dilakukan bersamaan. Bukan dubbing,” terangnya.

GIAT: Peserta cabang lomba solo song FLS2N SMP 5 Kudus tingkat provinsi sedang melakukan latihan rutin, belum lama ini.

Sementara itu, Kepala SMP 5 Kudus Abdul Rochim melalui Pembina FLS2N SMP 5 Kudus Yoelistiati Wardani menjelaskan, pihaknya menyiapkan tiga pembina dari sekolah sendiri dan satu pelatih yang diambilkan dari pihak luar. Peserta lomba menyanyi solo tersebut berlatih di hampir setiap harinya.

Pihaknya menyiapkan satu lagu wajib yakni lagu yang berjudul Simponi yang indah dan satu lagu daerah yang akan dikirimkan ke panitia FLS2N SMP Pusat. Untuk jenjang lomba ini, yang perlu di aransemen hanya lagu daerah saja. Saat ini, peserta masih melakukan pelatihan. Rencana akan melakukan rekaman dan pengiriman di awal bulan Agustus.

“Kebetulan karakter suara pesertanya lebih cocok untuk lagu daerah, seperti sinden gitu. Jadi ya kita mengusahakan semaksimal mungkin. Semoga saja bisa juara satu,” terangnya.

Latihan peserta tersebut dimulai dengan menghafalkan syair secara mandiri. Sementara peserta sedang berlatih, para pembina juga menyiapkan penulisan aransemen. Setelah peserta sudah hafal lirik dan nada, pelatihan dari para pembina mulai dilakukan, setidaknya empat kali dalam satu minggu. (cr1/fat)