PEMALANG, Joglo Jateng – Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia tinggal menghitung hari, para penjual bendera musiman kini mulai merebak menjajakan barang dagangannya di beberapa ruas jalan di Pemalang. Dengan kondisi pandemi Covid-19 yang mulai mereda, serta anjuran pemasangan bendera serta hiasan untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan oleh pemerintah, hal itu dimanfaatka beberapa warga untuk mengais rezeki.
Untung (29) salah seorang penjual bendera di Perempatan Sirandu Pemalang mengatakan, sejak ia berjualan sepekan terakhir, masyarakat mulai ramai dan cukup antusias membeli bendera. Dalam sehari, ia mampu meraih keuntungan hingga Rp300 ribu.
“Alhamdulillah ini sudah mulai ramai, apalagi hari ini (Senin, 1/8) pembeli sudah banyak berdatangan. Ya kalau dibandingkan tahun lalu, lebih baik sekarang. Karena ekonomi masyarakat juga sudah naik,” terangnya di lapaknya, Senin (1/8).
Ia menuturkan, untuk harga bendera, setiap jenis memiliki harga yang berbeda. Dari bendera merah putih biasa berkisar Rp15 ribu sampai Rp50 ribu dan umbul-umbul dari harga Rp50 ribu hingga Rp250 ribu per bendera.
“Masyarakat sekarang lebih mencari bendera biasa. Harganya ya masing-masing dan masih bisa dijangkau untuk semua kalangan,” tuturnya.
Hal serupa juga dirasakan Aji (40) pedagang yang berasal dari Kota Bandung ini mengatakan, bendera yang ia jual diambil dari daerah Garut, Jawa Barat. Di mana dirinya membentuk grup bersama kawan-kawannya membuat usaha musiman tersebut.
“Kita ambil dari Garut, langsung di konveksinya jadi lebih murah. Tapi untuk Pemalang kurang tau konveksinya dimana. Ya ini saya gabung bareng-bareng membuat usaha musiman dan lumayan hasilnya,” ujarnya. (fan/all)










