Tri Fajar Hermansyah, Korban Pengeroyokan Rusuh Suporter Bola di Jogja Meninggal Dunia

DUKA: Pengiringan Jenazah Korban Pengeroyokan Suporter di Jogja, Tri Fajar Hermansyah menuju peristirahatan terakhirnya pada Rabu, 03/08/22. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

SLEMAN, Joglo Jateng– Menjadi korban pengeroyokan, Tri Fajar Hermansyah (23), Suporter Persatuan Sepak Bola Sleman (PSS) meninggal dunia pada Selasa (2/8).

Berita ini disampaikan langsung oleh PSS melalui nakun media sosial Twitter resminya, @PSSleman pada Rabu (2/8) pagi.

“Keluarga besar PSS Sleman mengucapkan turut berduka atas berpulangnya saudara kita, Tri Fajar Firmansyah,” tulis akun tersebut pada pukul 07.01 WIB.

Sebelumnya, Fajar sempat mendapatkan perawatan di RSPAU Dr S Hardjolukito, Bantul, Jogjakarta. Ia mengalami cidera di bagian kepala akibat pukulan benda tumpul dan mengalami kondisi kritis.

Fajar dirawat di rumah sakit selama delapan hari. Ia menjadi korban pengeroyokan oleh gerombololan suporter tidak dikenal yang masuk ke kampung dimana Fajar tinggal pada tanggal 25 Juli lalu.

Berita kematian Fajar ini ramai diperbincangkan di media sosial dan menarik empati massa. Beberapa klub sepak bola di Indonesia pun turut mengungkapkan bela sungkawanya.

“Semoga Almarhum diterima di sisi Allah SWT. Aamiin,” tulis akun Persatuan Sepak Bola Bandung (PERSIB).

Selain itu, akun BRI Liga 1 2022, yang saat ini sedang menyelenggarakan kompetisi sepak bola Indonesia, juga ikut menyuitkan rasa duka cita yang dialami dunia persepak-bolaan Indonesia.

“Turut berduka cita atas meninggalnya salah satu anggota suporter PSS Sleman, Tri Fajar Hermansyah merupakan korban pengeroyokan salah sasaran saat menjalankan pekerjaannya,” ungkap akun tersebut.

Fajar yang berprofesi sebagai mitra ojek online, di hari kejadian, sengaja meliburkan diri dari pekerjaannya. Ia berniat menjaga kampungnya, sebab di kericuhan antar suporter beberapa waktu lalu, sempat ada gerombolan suporter yang masuk ke kampungnya dan melempari batu warga setempat.

Tak disangka, niat baiknya tersebut justru mengantarkan dirinya ke peristirahatan terakhirnya.

Akibat peristiwa yang menimpa Tri Fajar Hermansyah, banyak pengguna media sosial yang mengecam tindak kerusuhan dan kekerasan yang terjadi.

“Tidak ada satu hal pun bahkan sepakbola yang sebanding dengan nyawa seseorang. Tolong hentikan rivalitas yang sudah kebablasan ini,” tulis akun @ndrx.

Pengguna media sosial lainnya, @checep juga menuliskan bahwa tidak seharusnya hiburan dan hobi dijadikan sebagai ajang pertaruhan nyawa.

“Sepak bola diciptakan kaum pekerja sebagai hiburan di akhir pekan selepas bekerja, tidak seharunya dijadikan ajang taruhan nyawa,” tulisnya.

(mg2)