Belajar Mengartikan Al Quran Asyik Bersama Mama

Oleh: Kusmiati, S.Pd.I.
Guru PAI SDN 1 Badamita,, Kec. Rakit, Kab. Banjarnegara

KITA harus mengatakan bahwa kitab suci umat Islam adalah satu satunya kitab suci samawi yang masih murni dan asli. Al Quran yang ada sekarang ini masih asli dan murni sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada para sahabatnya. Hal itu karena Allah SWT yang menjaganya, sesuai dengan firman-Nya dalam Al Quran Surat (QS) Al Hijr ayat 9 yang artinya: “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. Penjagaan Allah kepada Al Quran bukan berarti Allah menjaga secara langsung fase-fase penulisan Al Quran, tapi Allah melibatkan para hamba-Nya untuk ikut menjaga Al Quran.

Selamat Idulfitri 2024

Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) juga ada materi hafalannya. Selama ini, kegiatan pembelajaran menghafal sering menggunakan metode yang monoton, sehingga siswa cepat merasa bosan. Untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran agar siswa tidak cepat bosan, perlu menggunakan metode yang menyenangkan. Di sini penulis memilih metode Mama yang merupakan akronim dari Make A Match. Metode Mama atau Make A Match tepat diterapkan pada mata pelajaran PAI pada tingkatan pendidikan Sekolah Dasar (SD) kelas 5 pada sebaran kompetensi dasar (KD) 4.1.3.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Model pembelajaran Make A Match berarti siswa mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban atau pertanyaan materi tertentu dalam pembelajaran. Model pembelajaran ini memiliki keunggulan yakni siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai konsep atau materi dalam suasana yang menyenangkan. Menurut Komalasari (2017:85), model pembelajaran Make A Match merupakan model pembelajaran yang mengajak siswa mencari jawaban terhadap suatu pertanyaan konsep melalui suatu permainan kartu pasangan. Model pembelajaran Make A Match memiliki kesesuaian dengan karakteristik siswa yang gemar bermain, apalagi pada usia anak-anak SD.

Setiap model pembelajaran selain memiliki keunggulan, tentunya juga memiliki kekurangan. Metode Mama atau Make A Match juga memiliki kekurangan. Kekurangannya di antaranya yaitu: suasana kelas menjadi gaduh, sehingga dapat mengganggu kelas lain. Oleh karena itu, akan jauh lebih baik jika kegiatan pembelajaran ini dilakukan di luar kelas yang agak jauh dari kelas lain. Untuk meminimalkan kekurangan tersebut, maka guru harus mempersiapkan dengan matang baik dari segi perencanaan, bahan, maupun alat, dan harus memperhatikan langkah-langkah metode Mama atau Make A Match ini dengan teliti.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Adapun langkah-langkah metode Mama dalam penerapan materi menghafal QS. At Tin beserta artinya yaitu: 1) Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep dan materi atau topik yang cocok. Kartu tersebut terbagi ke dalam dua bagian, yakni yang berisi ayat Al Quran dan kartu yang berisi arti atau terjemahan dari ayat Al Quran tersebut; 2) Guru memberikan satu buah kartu kepada tiap siswa dan memintanya untuk memikirkan arti yang sesuai ayat Al Quran; 3) Setiap siswa mencari pasangan yang cocok, dan apabila dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu, berhak mendapatkan poin; 4) Setelah satu babak selesai, kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya. Demikian seterusnya.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Alhamdulillah dengan menggunakan metode Mama atau Make A Match, siswa SDN 1 Badamita, Kec. Rakit, Kab. Banjarnegara antusias dan sangat gembira dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Islam Materi mengartikan Al Quran Surah At Tin ini, sehingga siswa dengan mudah dan cepat hafal. Siswa semangat maju waktu diadakan penilaian dan hasilnya lebih baik, hal ini ditunjukkan oleh lancarnya siswa waktu diadakan penilaian. (*)