Multiprogram Diskarpus Jepara Jaga Literasi Masyarakat

RAMAI: RAMAI: Antusiasme masyarakat dalam mengunjungi perpustakaan. (MUHAMMAD AGUNG PRAYOGA/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Perpustakaan seolah menjelma sebagai tempat terbelakang dengan tumpukan buku yang bejibun. Untuk tetap memiliki bergaining position bagi masyarakat, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kabupaten Jepara memperbaharui citra itu melalui multiprogram.

Kepala Diskarpus Jepara, Umar Chotob menjelaskan, kehadiran era digital merombak segala habbit masyarakat. Sehingga Diskarpus memutar otak untuk mengikuti perkembangan zaman.

“Sekarang ini, habit (kebiasaan) masyarakat mulai berubah, dari dimensi sosial, politik, ekonomi hingga dunia literasi turut bertransformasi. Apabila Diskarpus tidak mengikuti ritme yang berlaku, perpustakaan tak lagi jadi referensi untuk bertemu,” ungkap Umar saat ditemui di Kantor Diskarpus Krapayak Jepara, Selasa, (18/10).

Program yang dihadirkan oleh Diskarpus pun beraneka ragam. Mulai dari les, pelatihan hingga olahraga yoga turut mewarnai.

Di sisi lain, kegiatan tidak terpusat di perpustakaan daerah (perpusda), melainkan perpustakaan desa (perpusdes).

“Tiap Selasa jam 16.00 ada les bahasa Inggris, Selasa pagi ada kelas wirausaha, Yoga umum perempuan di hari Sabtu, pelatihan menulis juga ada hingga membuat Akademi Menulis Jepara (AMJ) di Perpusda. Di Perpusdes, Bondo cerdas, roti kering, pelatihan keterampilan buat ibu-ibu,” jelasnya.

Lebih lanjut, menurutnya, sejauh ini berkat kehadiran multiprogram yang ditawarkan oleh Diskarpus, 250 masyarakat Jepara rutin mengunjungi perpustakaan.

“Di hari Sabtu misal, pengunjung perpustakaan bisa sampai 250 orang. Karena program yang dijalankan di perpustakaan tidak hanya buka, melainkan banyak, sehingga wajar memiliki bergaining position di hati masyarakat,” ujar dia.

Sementara itu, Sub Koordinator Diskarpus Jepara Khorul Mizan mengatakan, semenjak Umar Chotob dilantik menjadi Kepala, Diskarpus semakin cakap dalam menghadapi tantangan zaman.

“2014 tepatnya, Pak Kepala Diskarpus mengumpulkan stakeholder untuk berkomitmen menjalankan tugas. Dan di tahun 2016, regulasi Diskarpus Jepara disusun. Di tahun yang sama, menjadi juara kedua perpustakaan di Jateng melalui multiprogram,” pungkasnya. (cr2/mg2)