JEPARA, Joglo Jateng – Pengurus Cabang Federasi Olahraga Petanque Indonesia Kabupaten Jepara (FOPI) memperluas pengenalan olahraga petanque di lingkungan sekolah melalui pelibatan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).
Langkah ini ditempuh untuk memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini sekaligus menjaga regenerasi atlet petanque di daerah.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Olahraga Petanque KKGO Donorojo yang diikuti guru PJOK se-Kecamatan Donorojo pada Kamis (11/6/2026).
Selain memberikan pemahaman mengenai teknik dasar dan aturan permainan, FOPI Jepara juga menyerahkan bantuan peralatan petanque kepada SDN 7 Tulakan sebagai sarana awal pembinaan di sekolah.
Pengurus Cabang FOPI Jepara, Okta Rivaldi Putra, mengatakan guru PJOK memiliki peran strategis dalam mengenalkan olahraga petanque kepada para siswa.
Melalui sekolah, olahraga ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak anak-anak dan menjadi wadah lahirnya atlet-atlet potensial.
“Kami ingin olahraga petanque semakin dikenal luas oleh masyarakat melalui para guru PJOK. Harapannya, dari sekolah-sekolah ini akan lahir atlet-atlet muda berbakat yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Jepara di berbagai kejuaraan,” ujarnya, Minggu (14/6/2026).
Menurut Okta, program sosialisasi tersebut akan terus diperluas hingga menjangkau seluruh sekolah dasar di Kecamatan Donorojo. Langkah itu menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menemukan dan membina bibit atlet sejak dini.
Ia menilai, pembinaan usia sekolah menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan prestasi petanque Jepara. Dengan dukungan sekolah dan guru PJOK, potensi atlet muda dinilai dapat berkembang lebih optimal.
“Potensi anak-anak Jepara sangat besar. Dengan dukungan sekolah dan guru PJOK, kami optimistis akan muncul generasi atlet baru yang mampu melanjutkan prestasi petanque Jepara di masa mendatang,” katanya.










