Puskesmas Kebondalem Canangkan Layanan Kesehatan dengan Obat Tradisional

KOMPAK: Kepala Puskesmas Kebondalem Noor Faizah Maenofie (tengah) berfoto bersama jajaran Dinkes Provinsi Jateng saat kunjungan di Puskesmas Kebondalem, Selasa (18/10). (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Puskesmas Kebondalem akan membuka fasilitas layanan pengobatan tradisional dengan obat tradisional atau jamu. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya pelestarian jamu yang merupakan obat tradisional asli Indonesia.

Kepala Puskesmas Kebondalem Noor Faizah Maenofie melalui Pemegang Program Kesehatan Tradisional (Kestrad) Puskesmas Kebondalem Sri Puji Asih menerangkan, pihaknya akan mengajukan pengembangan obat tradisional kepada provinsi. Program itu dilaksanakan agar masyarakat lebih mengenal manfaat jamu yang bermanfaat untuk pengobatan.

“Selain resep obat medis, kami juga sering memberikan resep obat tradisional atau jamu untuk para pasien sebagai pendamping. Karena manfaat jamu sangat besar, salah satunya untuk peningkatan daya tahan tubuh selama penyembuhan,” terangnya di Pemalang, Rabu (19/10).

Hal tersebut disambut baik oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang secara langsung melakukan kunjungan ke Puskesmas Kebondalem pada, Selasa (18/10). Selanjutnya, Puji menjelaskan, kegiatan ini untuk melihat persiapan puskesmas dalam mengembangkan pengobatan obat tradisional.

“Hari ini (Selasa 18/10) kami dari provinsi langsung melakukan kunjungan untuk melihat persiapan kami. Di sini kami jelaskan, bahwa puskesmas belum mempunyai tempat khusus untuk pengembangan fasilitas, seperti tempat penanaman tanaman herbal yang memadahi. Sehingga kami berharap, Dinkes provinsi dapat memberikan bantuan untuk itu,” jelasnya.

Walaupun belum ada fasilitas tersebut, pihaknya sudah sering memberikan resep obat tradisional untuk para pasien. Namun karena terkendala sulitnya mendapatkan tanaman herbal, pihaknya hanya bisa memberikan jamu tradisional yang sederhana, seperti jahe dan sereh untuk penguat stamina. (fan/all)