KUDUS, Joglo Jateng – Ratusan pelajar kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP) 5 Kudus lakukan pembelajaran praktik manasik haji dan umrah di Fatimah Zahra Semarang, akhir pekan lalu. Kegiatan tersebut ditujukan kepada para pelajar untuk memahami dan dapat mempraktikkan ibadah haji dan umrah.
Kepala SMP 5 Kudus Abdul Rochim melalui Ketua Pelaksana Kegiatan Outdoor Manasik Haji dan Umrah Sutejo menjelaskan, sebanyak 246 pelajar kelas IX yang beragama Islam mengikuti kegiatan pembelajaran praktik manasik haji dan umrah. Kegiatan semacam ini menjadi kegiatan pertama yang dilakukan oleh SMP Negeri di Kudus.
“Untuk pelajar yang beragama non-islam mengikuti pembelajaran dari gurunya masing-masing. Kegiatan tersebut ditujukan kepada kelas IX, karena materi haji dan umrah ada di kelas IX,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, para pelajar memakai pakaian ibadah haji dan umroh sejak keberangkatan, disana mereka menjalankan manasik ibadah haji dan umrah secara runtut. Pelaksanaan miqat juga disesuaikan dan diajarkan dengan baik. Setelah pelaksanaan manasik, para pelajar dipersilahkan refreshing ke museum dan Arab area.
“Pembelajaran praktik tersebut diusahakan semirip mungkin dengan ibadah haji dan umroh sesungguhnya. Agar mereka benar-benar memahami haji dan umrah sesungguhnya,” terangnya.
Setelah pelaksanaan pembelajaran praktik tersebut, para pelajar melakukan refleksi pembelajaran terkait ibadah haji dan umrah. Hasilnya, para pelajar menjadi jauh lebih paham dengan adanya praktik tersebut dibandingkan belajar hanya dengan teori saja.
“Sebenarnya kegiatan praktik manasik ibadah haji dan umrah ini sudah lama direncanakan, namun baru bisa terlaksana Rabu (26/10). Semoga kegiatan ini menjadi kegiatan rutin di tiap tahunnya untuk para pelajar kelas IX,” harapnya. (cr1/fat)










