SEMARANG, Joglo Jateng – Dalam upaya memberikan layanan dan kemudahan bagi masyarakat Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Semarang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dishub dan dinas terkait lainnya sedang menggarap proyek Aplikasi Pantau Banjir. Hal ini merupakan bentuk antisipasi sejak dini dari Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang agar masyarakat lebih tanggap bencana khususnya pada saat cuaca ekstrem.
Kepala Bidang Layanan E-Government Diskominfo Semarang Arif Budiman menyebut, aplikasi ini nantinya akan jadi wadah dari beberapa CCTV yang telah dimiliki oleh Pemkot Semarang. Pihaknya juga berencana akan menambah CCTV pada bendungan, sungai dan wilayah yang memiliki potensi banjir.
“Di aplikasi itu masyarakat bisa ikut memantau ketinggian air, debit air, jadi aplikasi itu setiap sepuluh menit dia langsung update otomatis, sudah ada airnya, ketinggiannya berapa. Jadi misal di bendungan itu siaga 1 merah, kira-kira 3 jam kemudian sampai Semarang gitu kan berarti kita harus siap-siap,” ungkapnya saat dihubungi, Rabu (2/11/22).
Arif memaparkan, pihaknya akan membagi atau mengklasterkan CCTV menjadi 3 klaster. Klaster pertama pada pompa air, klaster kedua pada sungai, dan klaster terakhir adalah wilayah yang memiliki potensi banjir atau memiliki genangan air.
“Dijadikan satu dalam aplikasi sehingga masyarakat akan tau, bukan hanya petugas. Jadi kita memudahkan masyarakat untuk mengakses. Jadi semua OPD bekerja sesuai porsinya kemudian Kominfo mengintegrasikan menjadi satu titik aja,” ucapnya.
Lebih lanjut, nantinya di Aplikasi Pantau Banjir juga akan dipasang dashboar Call Center 112 yang siap bertugas selama 24 jam. Sehingga masyarakat bisa melaporkan setiap saat ketika ada potensi banjir di wilayahnya.
“Akan ada dashboar pelayanan di 112 yang bertugas 24 jam jadi nanti bisa menginfokan langsung. Terutama daerah yang dilintasi sungai-sungai besar,” ujarnya.
Selain itu, sampai saat ini Diskominfo Kota Semarang masih terus melakukan rapat koordinasi dengan berbagai OPD dan pihak kecamatan untuk membahas titik-titik wilayah berpotensi banjir di Kota Atlas tersebut. Arif mengaku pada rapat terakhir pihaknya mendapatkan data dari DPU Kota Semarang untik memasang 70 CCTV lagi untuk menggarap proyek ini.
“Kita kan sudah memasang CCTV di 10.300 RT, kemudian kalau speerti di bantaran sungai kan memang belum ada, akan kita tambah. Kemarin rencana ada 70 an CCTV yang akan kita pasang untuk daerah-daerah yang belum ada termasuk sungai-sungai itu, karena banyak yg belum ngeh kalau sungai ini perlu dikasih CCTV. Rata-rata CCTV-nya menghadap ke jalan. Kalau untuk memantau ketinggian air itu kan beberapa memang harus kita pasang,” tutupnya. (luk/gih)










