Kudus  

SMP 2 Jati Komitmen Peduli terhadap Lingkungan

ASRI: Nampak para pelajar SMP 2 Jati tengah belajar di taman depan kelas yang asri, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2 Jati telah bergelar Sekolah Adiwiyata Nasional sejak 2015 silam. Pernah mengajukan Adiwiyata Mandiri di 2017 lalu, namun terkendala persyaratan yang kurang. Meski begitu, hingga kini SMP 2 Jati tetap komitmen dengan kepeduliannya terhadap lingkungan.

Kepala SMP 2 Jati Sarpani menjelaskan, SMP 2 Jati hingga kini masih berkomitmen untuk terus peduli terhadap lingkungan. Berbagai program adiwiyata telah diterapkan sejak 2013 silam.

Para pelajar pun antusias dan senang menjalankan berbagai kegiatan yang ditujukan untuk wujud kepedulian lingkungan.

“Para pelajar berangkat ke sekolah menggunakan sepeda ontel, kami menyediakan parkiran yang luas dibagian belakang. Disamping mereka masih dibawah umur, penggunaan sepeda ontel menjadi lebih ramah lingkungan,” ungkapnya.

Para pelajar pun senang melakukan pengolahan sampah, baik organik maupun anorganik. Sampah organik dibuat kompos secara mandiri oleh SMP 2 Jati dan juga bekerja sama dengan dinas terkait.

Sementara pengolahan sampah anorganik disulap siswa menjadi berbagai kerajinan. Diantaranya seperti lukisan, pot bunga, hiasan dinding, dan lain sebagainya.

“Selain dapat mendaur ulang sampah, pembuatan kerajinan dari sampah ini dapat meningkatkan kreativitas anak. Mereka juga sangat antusias membuat kerajinan tersebut. Hasil kerajinan tersebut dibuat hiasan di SMP 2 Jati,” ujarnya.

SMP 2 Jati terus mempertahankan budaya hidup bersih dan sehat sebagai wujud kecintaannya terhadap lingkungan. Di sekolah tersebut tersedia fasilitas yang lengkap terkait ke-adiwiata-an, seperti penyediaan, bank sampah, Tempat Penampungan Sementara (TPS), green house, akuaponik, apotek hidup, tempat pengomposan, dan hutan sekolah.

“Selain itu ada juga taman ditiap kelas, tempat sampah tiga varian, polder untuk mengatasi banjir, alat rajam sampah, lapangan terbuka hsijau, biopori, fasilitas air bersih, dan kantin sehat. Kami juga memiliki lapangan terbuka hijau, 40% dari lahan kami tidak di paving,” imbuhnya.

Saat ini, SMP 2 Jati terus menanamkan karakter peduli lingkungan kepada seluruh warganya, baik itu pelajar, guru, maupun karyawan. Meski saat ini, pihaknya masih terkendala untuk mengajukan Adiwiyata Mandiri kembali. Mereka tetap semangat dan berpegang teguh untuk terus peduli terhadap lingkungan. (cr1/fat)