SEMARANG, Joglo Jateng – Kementerian Agama (Kemenag) RI bersama Yayasan Bina Merdeka Indonesia dan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Undip Semarang menggelar kegiatan Dialog Interaktif Moderasi Beragama bertajuk “Merajut Persatuan dalam Bingkai Persaudaraan” di di Auditorium Ruang Dekanat Fakultas Teknik Undip, akhir pekan lalu. Kegiatan ini digelar untuk memberikan pemahaman tentang moderasi bergama kepada mahasiswa.
Sebagai narsumber, Direktur Jenderal Pendidikan Agama Islam (Ditjen PAI) Kemenag RI, Amrullah mengatakan, pemahaman harus terus diberikan kepada seluruh elemen masyarakat. Termasuk kalangan pelajar dan mahasiswa agar tidak terpengaruh paham-paham intoleran.
“Jangan sampai terbawa dengan paham-paham yang kurang berkembang, paham-paham intoleransi, paham radikalisme, atau bahkan mungkin paham komunisme,” katanya.
Selain itu, Amrullah mengatakan, dengan kegiatan ini diharapkan tidak terjadi bias bagi mahasiswa dalam memahami moderasi beragama. Sehingga pemberian pemahaman perlu dikuatkan.
“Khusus moderasi beragama memang harus kita kuatkan, jangan memahamai moderasi beragama salah. Jangan sampai dibiaskan menjadi moderasi agama ini kan berbeda antara moderasi beragama dengan moderasi agama,” katanya.
Menurutnya, istilah yang benar ialah moderasi beragama, bukan moderasi agama. Adapun moderasi agama, kata Amrullah, tidak perlu dimoderasi. “Agama gak perlu dimoderasi tapi yang perlu dimoderasi adalah bagaimana sikap kita, apa aplikasinya, bagaimana penerapannya di kampus dan masyarakat,” ungkap Amrullah.
Selain Ditjen PAI Kemenag RI, dua narasumber lain juga hadir. Yaitu Ketua Umum Jayanusa, Idham Cholid serta Pengasuh PP Kebangsaan, Muhammad Adnan yang masing-masing memberikan pemahaman wawasan keagamaan dan kebangsaan. (luk/gih)









