SEMARANG, Joglo Jateng – Banjir Bandang yang menerjang Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang pada Jum’at (7/1) lalu. Dalam peristiwa tersebut lebih dari 1200 Jiwa terdampak.
Lurah Rowosari Eko Pudjo Harijadi mengatakan, banjir bandang Rowosari berdampak pada empat RW di antaranya ada RW 03, RW 04, RW 07 dan RW 08. Dari keempat RW tersebut yang paling parah ada di RW 03 san RW 07.
“RW 3 ada kurang lebih 350 KK, RW 7 ada kurang lebih 300 KK, RW 8 dan 4 kurang lebih 20 KK,” katanya, Minggu (8/1/23).
Dalam peristiwa tersebut, lanjut Eko, terdapat satu korban jiwa. Diketahui mengidap epilepsi. “Korban jiwa ada satu, diindikasi memiliki riwayat epilepsi, pria warga RW 3 RT 2,” lanjutnya.
Eko menyebut, sampai hari ini situasi sudah terkondisikan. Pihaknya pun telah menyiapkan dapur umum di empat titik lokasi dan terdampak.
“Sudah terkondisikan dan warga saat ini masih bersih-bersih rumah. Yang ngungsi yang perumahan karena yang dekat sungai di ungsikan di rumah warga RW 7 maupun di masjid RW 3,” ungkapnya.
Terpisah, Plt Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bupati Kabupaten Semarang. Ia mengaku dalam hal ini tengah mengupayakan pembuatan bendungan.
“Kami sudah melakukan komunikasi dengan bapak Bupati Kabupaten Semarang untuk nanti minggu depan ini kita melakukan rapat kordinasi. Tadi kami sampaikan mungkin diperlukan pembuatan bendungan di antara sungai Pluweh yang menjadi perbatasan Ungaran Timur dengan Wilayah Semarang yaitu Kecamtan Tembalang,” ungkapnya pada saat melakukan tinjauan di Rowosari, akhir pekan lalu.
Ita menyebut dalam peristiwa ini terdapat 1200 jiwa terdampak. Sebagian di antaranya sudah di evakuasi di diklat yang berlokasi di Ketileng. (luk/gih)










