Kreasikan Roti Jadul Jadi Camilan Kekinian

HASIL: Zulfa Farah (kiri) bersama kakaknya menunjukkan produk Ganjel Rel. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

Makanan yang dikenal bertekstur bantat itu biasanya hanya bervarian basah saja. Kemudian Aunil membuat kreasi yang berbeda, agar masyarakat tertarik. Selain itu juga lebih sehat karena tidak dibuat dari tepung terigu.

ROTI Ganjel Rel yang menjadi salah satu makanan khas Kota Semarang kini bisa ditemui dengan sajian yang berbeda dan praktis, berkat inovasi dari seorang perempuan asal Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Aunil melalui putrinya, Zulfa Farah (27) mengatakan, roti yang dikenal bertekstur bantat itu biasanya hanya bervarian basah saja. Kemudian, keluarganya membuat kreasi yang berbeda, agar masyarakat lebih tertarik lagi.

Sebabnya, ia menilai roti ganjel yang original ini jika dilihat kasat mata terkesan tidak menarik. Kemudian jika dimakan pun, teksturnya ulet dan padat, khas jadul (jaman dahulu).

“Kami coba inovasi agar masyarakat lebih tertarik dengan roti ganjel rel. Salah satunya, kita buat ganjel rel krezz. Jadi, bisa buat kudapan sekali gigit saja. Dan bisa langsung dirasakan, ” kata Farah saat ditemui dalam acara Semarang in Your Hands di Wisma BP Dikjur, belum lama ini.

Menariknya, roti ganjel rel krezz ini tidak dibuat memakai tepung terigu atau gluten free. Melainkan, menggunakan tepung jagung dan tepung singkong.

“Kami bikin yang baru ini gluten free dan tidak pakai tepung terigu. Ini cocok sekali buat anak kebutuhan khusus (ABK) dan orang yang lagi diet. Karena, pakai tepung jagung dan singkong,” jelasnya.

Farah menjelaskan awal keluarganya berbisnis camilan ini. Pada tahun 2009 ibunya diberikan mandat oleh Wali Kota Semarang periode 2010-2015, Sumarmo dan Takmir Masjid Kauman agar membuat roti ganjel rel sebanyak 1.000 potong untuk perayaan Dugderan.

“Sejak dari situ, kami membuat usaha roti ganjel rel. Kemudian berlanjut hingga sekarang, tetapi kalau ganjel rel krezz ini sejak tahun 2019,” jelasnya.

Menariknya lagi, ia juga mengatakan bahwa produknya itu sudah menggunakan pengemasan semi vakum. Untuk roti originalnya bisa mampu bertahan 14 hari, dan ganjel krezz bisa bertahan hingga 6 bulan walaupun tanpa pengawet. Semua harganya dibanderol Rp 35 ribu.

Selain itu, ia menceritakan tentang nama ganjel rel yang datang dari berbagai sebab. Pertama bentuknya seperti penahan rel kereta api atau ganjel rel.

“Kedua yaitu nama ganjel rel berasal dari penyempurnaan sebutan orang zaman dahulu yang lebih akrab disebut ganjril,” ungkapnya.

Farah juga menjelaskan, roti ganjel rel kembali eksis sekitar tahun 1990- 1991. Pasalnya, sebelumnya roti ini hampir dilupakan.

“Terakhir itu sekitar tahun 90 sampai 91. Setelah itu meredup,” ujarnya. (luk/mg4)