JEPARA, Joglo Jateng – Tahu susu berwarna kuning milik Indah Mujiati (33) sempat diremehkan saat pertama kali dijual di pasar tradisional. Banyak warga mengira produk tersebut berbahan campuran susu, bahkan ada yang menyangka dirinya berjualan roti.
Namun, usaha yang dirintis sejak 2023 itu mulai dikenal masyarakat. Kini, produksi Tahu Susu Dinyu miliknya mampu dijual ke pelanggan hingga dijual ke luar daerah.
“Dulu orang bilang, tahu kok susu. Ada juga yang kira saya jual roti,” kata Indah, Minggu (17/5/2026).
Di rumah produksinya di Desa Ketilengsingolelo RT 2/RW 1, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, ia mampu memproduksi hingga sekitar satu kuintal kedelai per hari.
Indah bercerita, awal merintis usaha bukan perkara mudah. Ia harus berkeliling Pasar Welahan untuk memperkenalkan tahu susu buatannya kepada pembeli. Butuh waktu hampir satu tahun sampai produknya mulai diterima.
Setelah memiliki pelanggan tetap, Indah mencoba memperluas pemasaran ke pasar lain. Strategi itu terus dilakukan hingga kini tahu produksinya dipasarkan di sejumlah pasar tradisional di Jepara, Kudus, dan Demak.
“Kalau di satu tempat sudah ada pelanggan, saya pindah ke tempat lain. Yang pasar lama diteruskan pedagang yang ambil tahu dari saya,” ujarnya.
Selain tahu susu kuning, Indah juga memproduksi tahu putih biasa untuk memenuhi kebutuhan produksi. Ia bersama suaminya mampu mempekerjakan lima karyawan dengan pembagian tugas masing-masing, mulai dari memasak, mencetak, hingga memotong tahu.
Tahu susu buatannya dijual Rp 60 ribu per papan berisi 100 potong. Kemudian untuk kemasan kecil seharga Rp 7 ribu untuk isi 10 potong dan Rp 3.500 untuk isi lima potong.
Bagi Indah, usaha yang dijalankannya bukan sekadar mencari keuntungan. Sejak awal, ia ingin usaha tersebut bisa membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.
“Dari awal memang pengen punya usaha yang bisa memberdayakan warga sekitar, terutama ibu-ibu yang sudah sepuh,” pungkasnya. (oka/gih/rds)










