UMKM  

Usung Konsep Kemasan Rotan, Usaha Hampers Dapur Ismail Jepara Kebanjiran Order

Etik Yuniarti sedang merangkai bingkisan kue kering (hampers) Lebaran menggunakan wadah anyaman rotan yang estetik di rumah produksinya.
Pemilik usaha Dapur Ismail, Etik Yuniarti (44), saat menunjukkan produk hampers rotan yang diproduksi di kediamannya, Kelurahan Pengkol, Kecamatan Jepara, Minggu (8/3/2026). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H (2026), pelaku usaha hampers Lebaran di Jepara mulai merasakan berkah lonjakan pesanan yang signifikan. Geliat ekonomi lokal ini salah satunya dibuktikan oleh kesuksesan industri rumahan Dapur Ismail milik Etik Yuniarti (44), warga Kelurahan Pengkol, Kecamatan Jepara.

Berbeda dari bingkisan pada umumnya, hampers buatan Etik menawarkan keunikan tersendiri lantaran menggunakan wadah anyaman rotan estetik yang dapat digunakan kembali (reusable).

Pesanan kue kering Lebaran tersebut rupanya sudah mengalir deras sejak awal bulan suci Ramadan melalui sistem prapemesanan (pre-order). Hingga kini, ratusan paket telah ludes terpesan oleh para pelanggan setianya.

“Sejak awal Ramadan saya sudah buka PO dan per harinya ada sekitar seratus pemesan. Kemarin saja saya baru kirim sekitar lima ratus paket,” terang Etik saat ditemui di kediamannya, Minggu (8/3/2026).

Konsep Daur Ulang yang Ramah Lingkungan

Etik menjelaskan, ide utama dari pembuatan bingkisannya adalah mengusung konsep kemasan ramah lingkungan (recycle packaging). Hal ini bertujuan agar wadah tidak langsung berakhir di tempat sampah setelah perayaan Lebaran usai.

“Konsepnya memang recycle packaging, jadi wadah rotan ini bisa dipakai lagi untuk berbagai keperluan,” ungkapnya.

Untuk menjangkau berbagai kalangan, ia menawarkan beberapa pilihan paket dengan rentang harga yang bervariasi, yakni mulai Rp 105 ribu hingga Rp 265 ribu per paketnya. Setiap set pembelian sudah dilengkapi dengan kemasan anyaman rotan atau bambu, kartu ucapan eksklusif, serta dekorasi pita yang cantik.

Paket ekonomis seharga Rp 105 ribu berisi dua toples cookies. Sementara itu, paket premium seharga Rp 265 ribu berisi tiga toples cookies yang dipadukan dengan tiga jenis keramik aesthetic.

Pelanggan juga dimanjakan dengan sekitar 12 varian rasa kue kering yang bebas dipilih sesuai selera. Mulai dari nastar, kastangel, putri salju, almond cookies, choco stick, brownies stick, hingga lidah kucing.

“Kami menyediakan sekitar dua belas pilihan cookies, jadi pembeli bisa menyesuaikan dengan selera dan budget mereka,” katanya.