Alun-Alun Banjarnegara Sempat Penuh Sampah Usai Gelar Seni Saleho, DPKPLH Turun Tangan

SAMPAH: Kondisi tumpukan sampah pascaacara gelar seni Saleho di Alun-alun Banjarnegara, Minggu (12/7/2026). (DOK PRIBADI/JOGLO JATENG)

BANJARNEGARA, Joglo Jateng – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPKPLH) Kabupaten Banjarnegara kembali mengingatkan para penyelenggara acara (event organizer) mengenai aturan baku penggunaan fasilitas umum, seperti alun-alun dan taman kota.

Aturan tegas tersebut menetapkan prinsip utama yaitu “datang bersih, pergi bersih”. Artinya, pengelolaan sampah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak penyelenggara.

Berkaitan dengan acara gelar seni Saleho Karya Budaya yang diselenggarakan pada Minggu (12/7/2026) di Alun-alun Banjarnegara, masih terlihat sisa sampah yang belum ditangani maksimal oleh panitia. Kondisi tersebut terpantau hingga Senin (13/7/2026) pagi.

Merespons hal tersebut, Kepala Bidang Persampahan dan Pertamanan DPKPLH Kabupaten Banjarnegara, Yelly Harmoko mengungkapkan, terdapat sedikit miskomunikasi pada acara berskala besar tersebut.

Acara ini merupakan bagian dari perayaan Hari Bhayangkara ke-80 dengan penampilan pertunjukan tari Nyai Bendolegi.

“[Minggu] kemarin ada salah prediksi dari pihak panitia. Awalnya mereka berkomitmen membersihkan sampah secara mandiri setelah acara pada malam hari,” ujar Yelly saat dikonfirmasi, Rabu (15/7/2026).

“Kami mengapresiasi niat baik itu. Namun, membersihkan sampah di event besar tidak semudah yang dikira, butuh teknik dan kapasitas yang memadai,” imbuhnya.

Ia menyebutkan, pada akhirnya pihak penyelenggara acara tersebut merasa kewalahan dengan volume sisa buangan penonton.

“Akhirnya panitia tidak sanggup dan angkat tangan (give up),” terangnya.