Dewan Dorong Target Penurunan Angka Stunting 14% Tercapai

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono. (AZIZ NURFADILLAH/JOGLO JATENG)

Sementara itu, hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan, pada 2021 prevalensi stunting di Jateng sebanyak 20,9%. Meskipun jumlah itu turun drastis dari angka 27,68% pada 2019, Jateng terus berusaha agar bisa turun lagi. Oleh sebab itu, penurunan prevalensi stunting menjadi program prioritas di wilayahnya.

“Ini menjadi upaya kita untuk mengurangi angka kemiskinan. Karena, stunting juga berdekatan dengan kondisi-kondisi kemiskinan. Sehingga ini kemudian menjadi program yang selaras,” bebernya.

Terkait hubungannya dengan generasi muda, ia mengatakan, jika ingin memastikan SDM yang unggul, itu dimulai dari kualitas keluarga dan anak-anak. Tumbuh kembangnya harus diperhatikan, juga nanti pendidikannya.

“Maka kemudian, tidak bisa kita hanya ingin mencetak generasi muda hanya ketika di usia sekian. Tapi itu harus dimulai dari usia dini. Kesehatan dan pendidikan usia dini jadi perhatian kita,” terangnya.

Ferry berharap, nantinya, kualitas SDM secara umum akan lebih baik. Jika kemudian stunting ini tidak ditangani, pasti akan mempengaruhi kualitas generasi muda nanti. “Baik itu kesehatannya, pendidikannya, dan lain sebagainya,” tandasnya. (ziz/gih)