Dinas Sosial Kota Semarang Rencanakan Buat SE Gerakan Kota Bebas Ajal dan Gepeng

TINJAU PGOT: Dinas Sosial Kota Semarang saat menindaklanjuti PGOT yang mengemis di Depan Masjid Undip, Pleburan, beberapa waktu lalu. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Sosial Kota Semarang berencana untuk meminta Sekretaris Daerah Iswar Aminuddin agar membuat surat edaran untuk kampanye Gerakan Kota Semarang Bebas Anak Jalanan, Gelandangan, dan Pengemis (Ajal dan Gepeng). Kampanye ini bertujuan agar masyarakat terbebas dari model pengemis baru yang meresahkan masyarakat.

Sebelumnya, salah satu warga Kota Semarang mengeluh karena aktivitasnya terganggu oleh modus pengemis baru yang memaksa meminta uang darinya setelah ia mencarikan bekal untuk adiknya di salah satu minimarket. Kejadian tersebut ia ungkapkan melalui postingan di Instagramnya dengan menandai akun @infokejadian_semarang dan @kejadiansemarang.

“Jadi ceritanya pagi tadi nyari bekal buat adek di minimarket dekat sekolah, kebetulan gak terlalu antre di kasir jadi cepet. Pas keluar menuju tempat parkir ada ibu-ibu minta tolong,” tulis pemilik akun @rusticnusantara.

Ia melanjutkan, saat ibu tersebut meminta uang, dirinya dengan tegas menolak. Karena khawatir sang adik tertinggal mata pelajaran di sekolah. Namun, pengemis memaksa untuk meminta uang Rp 10 ribu. Kejadian itu berlangsung di Indomaret Indrapasta, dekat Sungai Banjir Kanal Barat.

Menanggapi hal itu, Kepala Seksi Tuna Susila dan Perdagangan Orang (Kasi TSPO) Dinas Sosial Kota Semarang, Bambang Sumedi mengatakan, beberapa hari yang lalu pengemis dan gelandang di Semarang memang marak. Terlebih lagi, ada pengemis yang berpakaian manusia badut dan modus-modus lainnya. Maka dari itu, dirinya berusaha mengedukasi masyarakat untk tidak memberi pengemis dalam bentuk apapun.

“Saya berusaha untuk mengedukasi masyarakat luas untuk tidak memberi dalam bentuk apapun. Kalau pun mau memberi silahkan memberi lah di tempat yang aman seperti di tempat ibadah dan di panti asuhan,” tuturnya.

Untuk menggalakkan kampanye Ajal dan Gepeng, pihaknya akan diperluas lagi informasi kampanye tersebut. Dengan cara mengirim surat edaran tersebut ke instansi-instansi terkait.

“Akan saya kirim ke instansi terkait baik itu instansi pemerintah maupun swasta dan juga OPD Kota Semarang,” jelasnya saat diwawancarai oleh Joglo Jateng, beberapa waktu lalu.

Selain itu, pihaknya akan tetap melakukan patroli dengan berkeliling ke beberapa lokasi yang memiliki potensi adanya pengemis dan gelandangan terbanyak. Tak hanya itu, Dinsos juga akan mengedukasi para pemberinya untuk tidak memberi yang kepada pengemis.

“Kita juga tetap mengedukasi pada pemberinya baik itu melalui media sosial maupun teguran lisan yang tentu kami dibantu juga oleh tokoh masyarakat luas,” ungkapnya. (cr7/mg4)