Kudus  

Gerakan Wajib Membaca 30 Menit Dicanangkan PKK Kudus

SIMAK: Sambutan dari Ketua Tim Penggerak PKK Kudus Mawar Hartopo dalam pencangan gerakan wajib membaca selama 30 menit. (MOHAMMAD YAZID ASYROFI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pecanangan gerakan wajib membaca 30 menit di Kabupaten Kudus dilakukan untuk menumbuhkan minat baca dan menambah literasi bagi anak-anak. Dalam acara yang diselenggarakan di Pendopo Kudus tidak hanya membahas tentang gerakan wajib membaca.

Namun juga apresiasi bagi orang tua terbaik dalam membacakan buku cerita untuk anaknya yang dikemas dengan video singkat. Video tersebut berisi interaksi antara orang tua dan anak saat orang tua menceritakan dongeng kepada annaknya.  Acara tersebut dihadiri  oleh perwakilan PKK se Kecamatan Kudus, beberapa sekolah, dan Tim Penggerak PKK Kudus.

Menurut Ketua Tim Penggerak PKK Kudus Mawar Hartopo dalam sambutannya mengatakan, bahwa kecerdasaan diawali dengan sering membaca. Dalam hal ini peran orang tua sangatlah penting. Orang tua harus kreatif agar anaknya aktif dan tertarik untuk ikut membaca atau sekedar mendengarkan cerita.

“Bisa dilihat dalam video tadi, orang tua ada yang menirukan suara burung untuk menarik perhatian anak” ujarnya.

Ditengah gempuran gadget saat ini, pastinya banyak anak yang membaca berita atau melihat konten dari media sosial. Untuk itu ia menekankan agar orang tua selalu mengawasi anak-anaknya agar tidak melihat yang semestinya belum boleh dilihat.

“di media sosial tidak ada filternya, itulah pentingnya orang tua mengawasi dan membimbing anaknya” ujarnya.

Ia juga menambahkan selain program stunting, program PKK yang wajib saat ini yaitu kampanye gerakan wajib membaca selama 30 menit. Hal ini ditujukan dengan adanya budaya literasi ini karena adanya target era generasi emas ditahun 2045 nanti, Indonesia dapat memetik hasilnya dengan generasi bangsa yang mampu bersanding dengan bangsa lain untuk menciptakan kesejahtraan.

Sementara menurut salah satu peserta yang hadir Nurul, penggerak PKK dari Kecamatan Jekulo mengatakan, sebagai orang tua ia merasa senang dengan program yang dicanangkan oleh Tim Penggerak PKK Kudus ini. Ia merasa dengan adanya program ini para orang tua dan anak bisa lebih dekat dan bisa memahami satu sama lain.

“anak saya saat ini sebelum tidur pingin dibacakan cerita terus. Ini menunjukkan saya dan anak saya semakin dekat” ujarnya.

Harapnya, untuk kedepan para orang tua dapat membiasakan anaknya membaca sejak usia dini, agar dimasa depan anak-anak sudah mempunyai bekal ilmu yang mumpuni.(cr6/mya)