Maraknya Kasus Kekerasan, Cegah Pelecehan Seksual pada Anak

dr. PRIHATIN IMAN NUGROHO, M.Kes., Sp.P
dr. Prihatin Iman Nugroho, M.Kes, Sp.P (HUMAS/JOGLO JATENG)

SURAKARTA, Joglo Jateng – Maraknya kasus pelecehan dan kekerasan seksual pada anak yang terjadi di Indonesia membuat banyak orangtua khawatir. Pasalnya, dampak pelecehan seksual dapat menimbulkan trauma pada anak.

Rujukan Pemeriksaan Kasus Pelecehan Seksual Pusat Pelayanan Terpadu RSUD Tugurejo, dr. Chotimah Zainab menyebutkan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPPA) mencatat, ada 11.952 kasus kekerasan anak yang tercatat oleh Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni) tahun 2021.

“Sehingga, pelecehan seksual pada anak sangat penting untuk dicegah. Pencegahan harus melibatkan berbagai pihak, meliputi keluarga, lingkungan rumah dan sekolah,” ungkapnya, Jumat (26/05/2023).

Menurutnya, dampak pelecehan seksual dapat menimbulkan trauma secara sosial, fisik, dan psikis anak. Dampak psikologi bagi anak yang mengalami pelecehan seksual di antaranya, emosi anak tidak stabil, anak jadi pendiam dan melamun, merasa ketakutan, malu pada teman-temannya, dan depresi.