KUDUS, Joglo Jateng – Dalam rangka meminimalisir tindakan kekerasan pada anak, Sekolah Dasar (SD) 2 Gulang, Mejobo menyelenggarakan sosialisasi kepada pelajar, Kamis (22/6/23). Dalam kegiatan tersebut mereka mengangkat tema “Penguatan Karakter Peserta Didik dan Penerapan Sekolah Bebas Perundungan (Bullying)”. Pada kesempatan itu mereka menggandeng unit PPA Polres Kudus.
Kepala SD 2 Gulang, Tri Widiastuti menjelaskan, agenda ini diselenggarakan sebagai bentuk tindak lanjut atas nilai rapor tentang karakter sekolahan mereka yang mengalami penurunan. Menurutnya, agenda positif tersebut dapat memberikan edukasi kepada para pelajar mereka.
“Karena nilai kami turun dari tahun sebelumnya, maka, kami rencanakan agenda sosialisasi ini. Supaya para murid paham tentang bullying, bentuknya seperti apa, sehingga kedepannya mereka bisa menghindari tindakan tersebut,” terangnya.
Ia menambahkan, kegiatan sosialisasi ini baru mereka adakan untuk pertama kalinya. Mereka menginginkan sekolahnya bebas dari segala bentuk tindak bullying yang terkadang terjadi di lingkungan sekolah.
“Acara ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 sampai dengan kelas 6. Meskipun kelas 6 sudah lulus. Kurang lebih ada 84 siswa kami,” ucapnya.
Dirinya berpesan kepada seluruh siswa kelas 6 supaya tidak melakukan tindakan bullying dalam bentuk verbal maupun media sosial. Menurutnya, siswa pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) lebih rentan untuk melakukan tindakan tersebut kepada teman-temannya.
Widiastuti berharap, sosialisasi yang diselenggarakan mampu meminimalisir berbagai kejahatan yang melibatkan anak di sekolah. Lantaran, mereka menginginkan sekolahnya jadi tempat ramah untuk anak yang menempuh jenjang pendidikan.
Sementara itu, Unit PPA Satreskrim Polres Kudus, Brigpol Khoirulika Nur mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh SD 3 Gulang ini. Pasalnya, kasus bullying semakin marak terjadi di lingkungan sekolahan.
“Angka kasus bullying di Kudus alami kenaikan, meskipun tidak terlalu signifikan angka nya. Bagi korban bullying bisa melaporkan tindakan tersebut ke Polsek maupun ke polres,” ungkapnya.
Pihaknya berharap kasus bullying bisa terus untuk di minimkan. Sehingga, target nol bullying untuk di sekolah bisa tercapai. (cr3/fat)










