Tumbuhkan Toleransi dan Perdamaian, Boen Hian Tong Bagikan 100 Porsi Makanan Gratis Tiap Selasa

makanan gratis di Rasa Dharma (Boen Hian Tong), Jalan Gang Pinggir No 31, Kelurahan Kranggan, Kecamatam Semarang Tengah
AKTIVITAS: Sejumlah warga Kota Semarang tengah mengantre makanan gratis di Rasa Dharma (Boen Hian Tong), Jalan Gang Pinggir No 31, Kelurahan Kranggan, Kecamatam Semarang Tengah, Selasa (27/6). (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Sadar akan pentingnya menumbuhkan rasa toleransi dan kedamaian antar umat manusia, Perkumpulan Rasa Dharma (Boen Hian Tong) melakukan kegiatan amal dengan membagikan 100 porsi makanan gratis tiap Selasa. Program itu diberi nama Kantin Kebajikan.

Juru Masak Kantin Kebajikan, Hok Tjhoen (61) mengukapkan, awal mula terciptanya nama Kantin Kebajikan ini tercetus dari sekumpulan anak-anak muda Tionghoa yang memiliki kebiasaan saling mentraktir satu sama lain setiap ada yang berulangtahun.

Namun, beberapa saat mereka berpikir bahwa jika sering mentraktir akan boros uang dan manfaatnya pun hanya dirasakan oleh lingkup pertemanan itu. Lalu, mereka memiliki ide menciptakan Kantin Kebajikan.

“Lalu terciptalah ide seperti ini dan dibuka untuk kaum dhuafa karena akan lebih kena sasaran yaitu ke kaum dhuafa. Dan disini kita menyediakan kurang lebih 100 porsi,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng, Selasa (27/6).

Dari pantauan Joglo Jateng, menu makanan hari ini adalah nasi dengan lauk telur balado, sambal goreng, sayur asin, dan kerupuk.

Sebelum makanan dibagikan, salah satu pihak dari Boen Hian Tong memimpin doa bersama. Setelah itu, makanan dibagikan ke sejumlah warga yang datang.

“Ini sebagai bentuk toleransi. Juga menyatukan sesama umat dengan makan bersama dan setelah itu mengobrol. Mayoritas yang kesini itu lansia,” jelas Hok Tjhoen.

Selain itu, jika makanan itu masih banyak sisa, para relawan akan membagikannya ke orang-orang yang ada di pinggir jalan, atau dibawa pulang untuk disantap bersama anggota keluarga di rumah.

“Apabila ada orang yang ingin secara sukarela ikut membantu mengirim makanan kami persilahkan. Disini kita tidak memaksakan,” ungkap Hok Tjhoen.

Kantin Kebajikan, kata dia, pertama kali dibuka pada April 2016, dan masih bertahan hingga saat ini.

Salah satu warga asli Bandarharjo, Kasmani (67) mengaku sudah sering ke tempat ini. Menurut dia, adanya kantin ini memberikan manfaat tidak hanya dari makanan gratis. Namun, juga menambah pertemanan dengan warga lainnya.

“Karena nambah relasi ini bikin saya awet muda. Selain itu juga saya tahu kantin ini dari teman-teman saya,” ujarnya.

Dirinya menyampaikan, menu yang disajikan sangat beragam tiap Selasa. Mulai dari pindang, daging, hingga sayur-mayur. (cr7/mg4)