Puluhan Penjual Mulai Jajakan Atribut HUT RI

penjual atribut HUT RI, Aji
AKTIVITAS: Salah satu penjual atribut HUT RI, Aji (34) saat menjualkan dagangannya di depan Puskesmas Srondol, Kecamatan Banyumanik, Selasa (25/7/23). (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Puluhan penjual atribut merah putih mulai menjualkan dagangannya di depan Puskesmas Srondol, Jalan Setia Budi No. 209, Srondol Kulon, Kecamatan Banyumanik. Diketahui, saat ini warga Kota Semarang tengah mempersiapkan diri untuk mulai menghiasi lingkungan rumahnya menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-78.

Salah satu penjual atribut, Aji (34) mengaku sudah mulai berjualan sejak awal bulan Juni lalu. Adapun atribut yang dijualkan mulai dari, umbul-umbul, bendera, hingga dekron. Untuk bendera merah putih ada berbagai macam ukuran dari 100 cm, 90 cm, 60 cm, 120 cm, hingga 160 cm. Lalu untuk dekron sendiri masing-masing berukuran 4 meter dengan dua varian bergambar burung Garuda dan polosan merah putih.

“Kalau untuk total keseluruhan yang saya jualkan itu sekitar 100 potong lebih,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng di lapaknya, Selasa (25/7/23).

Dirinya mulai berjualan pukul 07.00 pagi hingga 17.00. Dari berjualan atribut pada tahun 2022 lalu dirinya berhasil meraup keuntungan hingga Rp 10 juta.

Lebih lanjut, Aji sudah 5 tahun berjualan atribut di depan Puskesmas. Ia hanya berjualan ketika menjelang HUT RI saja.

“Alhamdulillah dari pihak puskesmasnya saya sudah diizinkan (berjualan, Red.), yang penting jaga kebersihan. Selain itu saya berjualan sama rombongan jadi teman-teman juga nyebar di 10 titik lokasi Banyumanik. Ada yang di depan Brimob, samping SPBU, dan masih banyak lagi,” terangnya.

Ia menambahkan, kisaran harga yang dijualkan dari Rp 32 ribu hingga Rp 200 ribu. Dirinya mengaku, ada beberapa atribut yang harganya semakin naik dari tahun sebelumnya.

“Kalau dekron dulu Rp 150 ribu sekarang Rp 200 ribu. Alasan naik dari bahan-bahannya biasanya,” jelasnya.

Meski begitu, dari semua atribut yang dijual, kata Aji, umbul-umbul dan bendera menjadi yang paling sering dicari oleh masyarakat Kota Semarang. Pembeli biasa mulai mencarinya saat memasuki Bulan Agustus.

“Biasanya orang-orang mulai ramai beli awal bulan Agustus dan Alhamdulillah saat ini sudah mulai ada yang beli. Pernah juga ada yang beli untuk 1 RT sekitar 40 biji,” ujarnya. (cr7/mg4)