BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Bantul menyiapkan 16 museum untuk menggencarkan masyarakat lawatan. Jumah tersebut, tersebar di sembilan kapanewon yang ada di Bantul.
Kepala Bidang Sejarah, Permuseuman, Bahasa dan Sastra Kundha Kabudayan Bantul Kun Ernawati menyebutkan, Bantul merupakan daerah kaya budaya adiluhung dan sejarah penting yang perlu dikenal generasi muda saat ini. Seperti benda budaya yang tersebar di beberapa museum.
“Museum tidak hanya sebagai tempat pembelajaran bagi masyarakat, tetapi juga menjadi destinasi rekreasi yang menarik. Dari 16 museum itu, secara keseluruhan telah tergabung dalam Forum Komunikasi Museum Bantul (FKMB), dan kami membagi menjadi beberapa kategori,” ungkapnya.
Pihaknya menambahkan, kategori tersebut berdasarkan isi yang ada dalam museum. Seperti museum budaya, sejarah, ilmu pengetahuan, serta museum tokoh.
“Museum budaya ada sekitar tiga lokasi. Yakni Museum Wayang Kekayon, Museum Wayang Beber Sekartaji dan Museum Tembi Rumah Budaya,” imbuhnya.
Kemudian, museum sejarah terdiri dari Museum Laboratorium Sejarah UPY, Museum Bantul Masa Belanda dan Museum Muhammadiyah. “Sedangkan, kategori museum ilmu pengetahuan meliputi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, Museum Tani Jawa Indonesia dan Museum Gumuk Pasir PGSP,” tuturnya.
Sementara itu, untuk kategori terakhir adalah museum tokoh, seperti Museum Taman Tino Sidin, Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto dan Museum Padepokan Sumber Karahayon.
“Dengan adanya persebaran 16 museum yang ada di Bantul ini, kami berharap masyarakat lebih memahami dan menghargai warisan budaya sejarah yang kita miliki, melalui lawatan museum,” pungkasnya.(cr11/sam)










