Pelajar SMP 2 Jati Ajak Masyarakat Lestarikan Lingkungan

BERSIHKAN: Tampak pelajar SMP 2 Jati sedang memungut sampah di balai Jagong sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, (GALANG WITAHTA/JOGLO JATENG).

KUDUS, Joglo Jateng – Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2 Jati, Kabupaten Kudus kembali menggelar Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada tema gaya hidup berkelanjutan dengan mengusung tajuk “Sayangi Bumi, Selamatkan generasi, menuju zero waste society“. Agenda positif tersebut berlangsung di wilayah Balai Jagong, Kamis (31/8/23).

Kepala SMP 2 Jati, Sarpani menjelaskan, kegiatan bersih-bersih sampah merupakan kelanjutan dari rangkaian agenda yang telah mereka jalankan sebelumnya. Agenda tersebut menjadi aksi nyata bagi para pelajar dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Projek ini merupakan rangkaian yang berkelanjutan. Sebelumnya kami juga telah diberikan penyuluhan dari dinas PKPLH tentang pengelolaan sampah. Hingga kini menjadi kegiatan siswa di lingkungan masyarakat untuk menjalankan pembelajaran. Harapannya masyarakat bisa melihat aksi kami, dan mencoba mengikuti apa yang kami jalankan ini,” tandasnya.

Baca juga:  Satu Calon Jemaah Haji Asal Kudus Batal Berangkat

Ia mengutarakan, persoalan sampah merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Oleh sebab itu, pihaknya bermaksud untuk memberikan edukasi kepada siswa untuk lebih bijak saat memutuskan untuk membuang sampah, dan pengelolaan nya.

“Jadi kami ini kan termasuk salah satu sekolah penggerak di Kudus ini. Kita selalu aktif menjalankan kegiatan semacam ini. Dari kegiatan ini kami dapat memberikan pemahaman kepada siswa tentang perlunya membuang sampah pada tempatnya. Kan setiap hari pasti manusia menyisakan sampah nya,” terangnya.

Menurutnya, beberapa jenis sampah juga dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai positif. Seperti, pembuatan pupuk, hingga kerajinan yang dapat mendatangkan pundi-pundi penghasilan.

Baca juga:  Kemenag Kudus Sampaikan Empat Indikator Moderasi Beragama

“Sampah itu kan bisa menjadi pupuk untuk yang organik. Kalau yang non organik bisa dijadikan kerajinan seperti tas, tempat sampah, hingga tempat pensil. Saat ini kami telah menerapkan nya,” ujarnya.

Sejauh ini pihaknya juga telah menjalani program penghijauan dilingkungan sekolah. Hal tersebut berasal dari hasil karya para muridnya dalam mengimplementasikan tema gaya hidup berkelanjutan.

“Kami akan terus menggalakkan upaya penghijauan untuk dilingkungan kami. Siswa sudah mempelajari dan mempraktekkan secara nyata dalam bentuk penenaman pohon di bekas galon,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Projek P5 Gaya hidup berkelanjutan, Siti Chasanah berharap dengan adanya kegiatan yang diadakan oleh pihaknya itu dapat membuka mata masyarakat luas tentang pentingnya mengelola sampah dengan sebagaimana mestinya.

Baca juga:  Transaksi LPG Subsidi Beralih Digital Per 1 Juni

“Agenda ini sudah berjalan untuk tahun ke dua. Kegiatan ini merupakan kampanye yang ditujukan kepada masyarakat agar dapat membuang sampah pada tempatnya dan dapat mengolah nya kembali,” tuturnya. (cr3/fat)