Dishub Sleman Optimistis Target PAD Retribusi Parkir Tahun 2023 Terealisasi

SUASANA: Petugas parkir saat membantu warga di salah satu lokasi parkiran area PKL Denggung, Selasa (19/9). (ADIT BAMBANG SETYAWAN/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja– Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman optimistis capaian target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir bisa tercapai tahun ini. Hal itu, karena melihat capaian retribusi parkir hingga pertengahan bulan September ini sudah mencapai 74,97 persen.

Kepala Dishub Sleman melalui Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan Perparkiran Wahyu Slamet mengatakan, hingga pertengahan September ini, capaian PAD dari sektor retribusi parkir sudah menyentuh Rp 1,89 miliar. Angka itu, mencapai 74,97 persen dari target sebesar Rp 2,55 miliar.

“Kami optimistis target tahun ini bisa tercapai. Karena tinggal sekitar 25 persenan lagi dan kami masih memiliki waktu beberapa bulan lagi,” terangnya, Selasa (19/9/23).

Baca juga:  KPU: Tak Ada Kendala Coklit Di Bantul

Wahyu menambahkan, pihaknya terus berupaya untuk terus mencapai target PAD Retribusi Parkir yang sudah ditetapkan. Pihaknya mengaku, akan terus berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lain di lingkungan Pemkab Sleman.

Koordinasi terus dilakukan agar seluruh OPD ikut bersinergi. Ia meminta agar event-event yang akan dilaksanakan dari tiap OPD bisa dimaksimalkan serapan pendapatan parkirnya.

“Memang kita harus kerja keras dan sinergi dengan instansi terkait. Karena kalau ada event nantinya akan masuk ke retribusi parkir insidentil,” tambahnya.

Wahyu mengaku, saat ini, Dishub Sleman juga terus melakukan sosialisasi terkait tarif resmi parkir kendaraan bermotor. Diharapkan adanya sosialisasi itu, dapat mencegah terjadinya pungutan liar atau penarikan jasa parkir yang melebihi ketentuan.

Baca juga:  15 Paket Sabu Siap Edar Dimusnahkan

“Sosialisasi tersebut disasarkan kepada para paguyuban juru parkir dan masyarakat umum di Kabupaten Sleman. Upaya itu dilakukan agar masyarakat dan pengelola parkir bisa saling mengetahui aturan terkait tarif parkir,” ungkapnya.

Ia menegaskan, tarif parkir kendaraan bermotor di ruang publik di Sleman, harus sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sleman Nomor 15 Tahun 2013 tentang Retribusi Tempat Khusus. Baik pada saat kegiatan di ruang publik, maupun dalam acara pasar malam, panggung hiburan, maupun kegiatan kesenian dan budaya.

“Tarif parkir pada hari biasa maupun saat ada kegiatan atau acara di ruang publik sesuai dengan Perda Sleman untuk kendaraan bermotor roda dua atau sepeda motor sebesar Rp 2 ribu. Sedangkan untuk tarif kendaraan roda empat sebesar Rp 5 ribu per kendaraan,” tegasnya.

Baca juga:  Sultan Perintahkan Gulung Karpet Merah Semua Tambang Ilegal di Yogyakarta

Pihaknya juga mengaku, sudah memasang papan informasi terkait tarif parkir di fasilitas publik. Hal itu, sebagai upaya dari pemerintah untuk mencegah terjadinya pelanggaran tarif parkir di kawasan tersebut.

“Kami pastikan jika ada pelanggaran lagi terkait tarif parkir akan kami tindak tegas,” ujarnya. (bam/mg4)