SEMARANG, Joglo Jateng – Minat anak muda dalam menunjukkan kecintaannya pada batik disebut telah meningkat. Ketua Indonesia Fashion Chamber (IFC) Semarang, Ina Priyono mengatakan, dari semua jenis batik yang ada di Indonesia, batik mangrove lebih banyak disukai oleh kaum muda. Pemilik butik yang menjual busana muslim batik ini mengungkapkan, batik motif Jepara juga disukai oleh anak muda.
Menurutnya, anak muda saat ini juga lebih senang menggunakan model pakaian batik yang tidak monoton, seperti mengaplikasikannya sebagai outer. Kemudian, juga di mix dan match dengan atasan warna polos.
“Batik itu biasanya dipakai untuk bawahan seperti sarung yang dililit dengan berbagai model. Diikat, serta dililit. Kalau saya malah lebih suka sarungnya dijahit di ujung supaya lebih nyaman dipakai dan tetap mengikuti tren yang ada,” jelasnya saat ditemui Joglo Jateng, Senin (2/10/23).
Dirinya melihat, di wilayah Jakarta anak muda banyak yang berani memakai tanktop batik. Namun, di Kota Semarang sendiri belum menemukan hal yang serupa.
“Saya melihat anak muda di Kota Semarang belum sampai menggelorakan memakai batik. Tapi masih ada banyak event batik di Semarang. Orang dulu memakai batik hanya saat di acara pernikahan saja. Tapi sekarang orang melihat desain batik tambah bagus sehingga bisa digunakan di acara non formal,” terangnya.
Lebih lanjut, Ina mengungkapkan, inspirasi desain fashion datang saat perkembangan tren makin pesat. Pada tahun 2024 mendatang, tema yang diangkat yaitu Heritage. Jadi, pihaknya harus menyesuaikan semua komponen desain motif yang sedang hype saat ini.
“Biasanya untuk inovasi batik baru saya buat untuk instansi. Setelah gerakan ini saya akan buat desain yang pastinya variatif,” ujarnya.
Ia mengaku senang dengan adanya perkembangan peminat batik di kalangan anak muda. Sehingga inovasi dan kreativitas dalam menciptakan desain batik perlu dilakukan.
“Harapannya lebih membuat anak-anak muda (mau, Red.) memakai. Dan dari sisi desainer sendiri lebih memperhatikan desain batik yang tren saat ini agar lebih menyukai memakai batik. Serta ini dapat meningkatkan perekonomian UMKM (usaha mikro kecil menengah, Red.) batik sendiri,” harapnya. (cr7/mg4)










