Jepara  

Joglo Jateng Beri Edukasi UU Pers di LPM Ekonomika

SAMPAIKAN: Wartawan Joglo Jateng, Muhammad Agung Prayoga ketika memberikan materi perihal Undang-Undang (UU) Pers maupun Kode Etik Jurnalistik (KEJ) kepada Kru magang dan Kru LPM Ekonomika, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Sepak terjang media membuat Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ekonomika menganggap perlu pondasi soal pers. Untuk itu mereka menggandeng Media Joglo Jateng untuk mepupuk para jurnalis muda.

Pada Minggu (8/10), LPM Ekonomika dari Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara menggelar Inagurasi Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD). Pada kesempatan itu, kaegiatan juga dilakukan bersama Kru magang dan Kru LPM.

Wartawan Joglo Jateng, Muhammad Agung Prayoga memaparkan, di tengah dinamika arus media, bahasa jurnalistik, Undang-Undang (UU) Pers maupun Kode Etik Jurnalistik (KEJ) mesti ditanamkan sejak dini. Materi tersebut relevan dengan porsi atau kebutuhan jurnalis muda. Sehingga, ketika kru LPM melaksanakan kerja-kerja jurnalis tidak sembarangan sewaktu berada di lapangan. Termasuk keberimbangan maupun hak tolak.

Baca juga:  Ketua PDIP Jepara Perkenalkan Mas Wiwit Kepada Masyarakat Pakis Aji


“Setiap kru magang atau calon anggota LPM perlu memiliki pondasi dalam kerja-kerja jurnalistik. Sehingga, tidak sembarangan ketika terjun di lapangan,” papar Komar, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Pimpinan Umum (PU) LPM Ekonomika dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNISNU Jepara, Dwi Elvia Nofita Sari mengapresiasi atas kehadiran wartawan Joglo Jateng di tengah-tengah Kru Magangnya. Menurutnya, materi-materi tersebut yang dibutuhkan oleh Kru Magang.

Sebab, selama ini, arah gerak LPM belum maksimal di kampus. Sehingga, berkat pengetahuan dapat memotovasi jurnalis mahasiswa semakin progres ke depannya.

Baca juga:  DKK Jepara Waspadai Penularan Flu Singapura ke Anak

“Terimakasih kepada mas Komar yang telah menyempatkan waktunya untuk sharing-sharing dengan Kru Magang. Semoga, dengan berbekal UU Pers, Bahasa dan KEJ, menjadi semangat jurnalis mahasiswa menjadi lebih baik,” pungkas Elvia. (cr2/fat)