MAN 3 Sleman Ajarkan Bercocok Tanam di Lahan Sempit dengan Hidroponik

KELOLA: Siswa kelas X MAN 3 Sleman saat melakukan bercocok tanam dengan metode Hidrophonik di lahan kosong sekolah, beberapa waktu lalu. (DOK SEKOLAH/JOGLO JOGJA)

BERBAGAI cara bisa dilakukan untuk mengajarkan siswa untuk melakukan bercocok tanam, salah satu yang dilakukan di MAN 3 Sleman yaitu metode hidroponik. Hal itu dilakukan untuk memanfaatkan lahan kosong sempit secara maksimal dengan cara yang mudah.

Wakil Kepala Bidang Sarana dan Prasaran MAN 3 Sleman Supri Madyo mengatakan, saat ini sekolah masih memiliki beberapa lahan kosong yang bisa dimanfaatkan dengan optimal. Salah satunya dengan Hidroponik merupakan salah satu metode menanam dengan memanfaatkan air tanpa media tanah.

“Beberapa waktu yang lalu siswa kelas X berkesempatan melakukan praktik menanam bibit sayuran dengan metode hidroponik di Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat (BBPPM) Yogyakarta. Setelah menunggu sekitar waktu yang cukup lama hari ini, bibit-bibit tersebut dibawa ke sekolah,” ungkapnya.

Baca juga:  Pemkab Bantul Gelontorkan Rp 1.19 Triliun, Dukung Pembangunan dan Ekonomi

Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya sebatas memanfaatkan lahan kosong. Karena sebelumnya para siswa telah di ajak untuk mengenal hidroponik dengan bimbingan para ahli dari BBPPM sehingga siswa juga dapat menerapkan ilmu yang di lingkunngan rumah sekitar.

“Tentu ini menambah ilmu dan wawasan siswa, tidak hanya sebatas memanfaatkan lahan kosong di sekolah. Hidroponik bisa mereka praktikkan di rumah karena bahan dan caranya yang cukup sederhana,” terangnya.

Supri menambahkan, dalam hidroponik ini tidak memerlukan tanah dimana media yang digunakan adalah rockwool, sehingga siswa cukup memasukan media tersebut ke setiap pralon yang ada. Dan untuk perawatanya akan dilakukan penjadwalan kepada masing-masing siswa

Baca juga:  Jaring Siswa Berprestasi, 32 Sekolah se-Kapanewon Banguntapan Ikuti FLS2N

“Bibit yang sudah ditanam merupakan hasil praktik para siswa sehingga setiap kelas memiliki tanggung jawab terhadap tanaman tersebut. Supri menegaskan, meskipun sederhana namun tetap harus ada pengawasan dan telaten dalam merawat tanaman-tanaman tersebut,” pungkasnya. (riz/all)