Kudus  

Penggunaan ARKAS Mulai Diterapkan di PAUD Se Kudus

FOKUS: Sebanyak 52 guru dari PAUD Se Kecamatan Dawe saat melakukan simulasi penggunaan ARKAS pada Senin, (04/12/2023). (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng –  Pemanfaatan Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) untuk sekolah, kini mulai menyasar jenjang PAUD. Aplikasi tunggal perencanaan dan pelaporan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah Pendidikan (BOSP) ini mulai disosialisasikan kepada Lembaga Pendidikan PAUD se Kabupaten Kudus.

Ketua PKG PAUD Kecamatan Dawe, Rofiqoh menyebutkan, siang ini Pusat Kegiatan Gugus (PKG) Paud Dawe melakukan tindak lanjut dari Kabupaten Kudus. Yaitu sosialisasi penggunaan aplikasi ARKAS sebagai pendukung pelaporan Dana BOSP untuk PAUD.

“Sekarang, kita pindah dengan satu aplikasi tunggal yang memudahkan proses bagi tiap sekolah. Dengan adanya ARKAS, sekolah cukup memasukkan informasi rencana dan anggaran cukup ke satu aplikasi yang sudah satu dengan SIPD dan Dapodik,” ucapnya di sela-sela sosialisasi di SD N 06 Cendono pada Senin, (04/12/2023).

Pengelolaan Dana BOSP, kata Rofiqoh, diharapkan jadi lebih akurat dan bertanggung jawab dengan kehadiran ARKAS yang terintegrasi dengan SIPD. Sebelumnya, terdapat beberapa aplikasi pengelolaan anggaran yang dipakai sekolah. Kemudian, sambung dia, format data dan standar acuan sebelumnya masih bervariasi.

“Proses konsolidasi anggaran sekolah ke dalam anggaran dinas sebelumnya dilakukan manual. Kini, proses ini otomatis, jadi akan sangat menurunkan beban administratif sekolah dan dinas,” katanya.

Ia menambahkan, dari 59 PAUD dan jenjang setingkatnya. Ada 52 dari 59 yang menerima Dana BOSP. 7 Diantaranya merupakan lembaga pendidikan yang masih belum sempat diresmikan karena berbagai kendala. Diantaranya pendirian bangunan sekolah di lahan basah hingga jumlah murid yang belum memenuhi.

“Penerimaan Dana ini biasanya diterima sebanyak dua kali dalam setahun. Jumlah pencairannya pun beda-beda tergantung lembaga dan murid. Tahun kemarin di Kabupaten Kudus menerima Rp 630 ribu per anak,” imbuhnya.

Pihaknya berharap ARKAS membantu membuat anggaran pendidikan jauh lebih merdeka dan lebih efektif, demi guru dan murid dalam perjalanan transformasi Merdeka Belajar. Rofiqoh menilai ARKAS memberikan akurasi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran yang makin kuat.

“Semoga ARKAS bisa mempercepat perbaikan pengelolaan pendidikan dan sekolah-sekolah makin ringan atau bahkan bebannya berkurang signifikan, dari mulai perencanaan, penggunaan, dan pertanggungjawaban anggaran dari anggaran pendidikan yang berasal dari BOS atau APBN,” harapnya.

Sementara, Kepala PAUD Sido Makmur, Rohmatun, mengakui pihaknya mendukung kehadiran ARKAS serta integrasinya pada SIPD. Sebelumnya, aplikasi pengelolaan sangat beragam, dan integrasi ini akan sangat bermanfaat.

“Integrasi ini bertujuan mewujudkan keterpaduan pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian pembangunan nasional supaya pengelolaan Dana BOS lebih efektif, efisien, transparan. Semoga bisa membantu di masing-masing PAUD se Dawe,” tandasnya.

Salah satu peserta, Maria Ulfa, menyebutkan, penggunaan ARKAS pada jenjang paud terhitung cukup baru sehingga butuh penyesuaian untuk memahami dan mendalaminya. Sebenarnya, kata dia,  ARKAS bertujuan untuk memberikan pelayanan pelaporan BOSP secara lebih efisien dan terperinci mengingat di era digital saat ini semua pelaporan menggunakan aplikasi atau online.

“Jadi untuk meningkatkan kapasitas pendidik dan juga SDM sesuatu hal yang baru akan menjadi motivasi agar dapat memicu kearah yang lebih maju sesuai dengan zamanya. Harapan saya semoga dengan arkas dapat mempermudah kinerja kepala dan bendahara dalam pelaporan BOSP PAUD kedepannya,” ungkap Maria. (cr8/fat)